Disdukcapil Medan: Stok Blanko e-KTP untuk Warga Dalam Kota Aman

Kegiatan perekaman terhadap warga binaan di luar kota tersebut dikhawatirkan menguras deras stok blanko E-KTP yang ada.

Disdukcapil Medan: Stok Blanko e-KTP untuk Warga Dalam Kota Aman
Kadisdukcapil Medan, Zulkarnain 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pemko Medan sedang giat-giatnya melakukan perekaman e-KTP kepada warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) di luar Medan. Hal tersebut dilakukan guna memenuhi pelaksanaan pesta demokrasi beberapa hari ke depan.

Namun demikian, kegiatan perekaman terhadap warga binaan di luar kota tersebut dikhawatirkan menguras deras stok blanko E-KTP yang ada.

Hal tersebut dikeluhkan oleh seorang warga bernama Agusman. Kepada Tribun Medan, ia mengaku bahwa dua Minggu yang lalu sempat berencana mengurus E-KTP di Kantor Camat Medan Amplas. Pasalnya, setibanya di Kantor Camat, Blangko E-Ktp disebutkan habis.

"Kemarin saya mau ngurus E-KTP di Camat Medan Amplas katanya kosong. Coba bantu tanyakan lah," ujar Agusman ditimpali oleh salah seorang temannya, Rama.

Menanggapi hal itu, Kadisdukcapil Zulkarnain meluruskan bahwa kabar kekosongan blangko E-KTP seperti itu harus diluruskan. Sejauh ini Disdukcapil Kota Medan memiliki stok untuk memenuhi hak administrasi warga.

"Itu perlu diklarifikasi, karena blangko kita di sini tersedia. Bahkan kita membuka pos-pos pengurusan e-KTP di tiap tiap Kecamatan sampai hari Minggu," jelasnya kepada Tribun Medan, Senin (8/4/2019) meski tak menyebutkan jumlahnya.

Zulkarnain menegaskan jika E-Ktp di Disdukcapil nantinya terbatas untuk memenuhi hak pilih masyarakat Kota Medan, pihak Disdukcapil akan mengeluarkan surat keterangan. "Jadi kalau kebutuhannya untuk Pemilu nanti kita ada keterbatasan e-KTP kita bisa gunakan surat keterangan yang mana hal tersebut dibolehkan oleh Mahkamah Konstitusi," ujarnya.

Zulkarnain menjelaskan bahwa saat ini Disdukcapil sedang giat melakukan perekaman e-KTP. Salah satu upayanya, Disdukcapil akan menghadirkan stand booth e-KTP di Merdeka Walk setiap agenda Car Free Day (CFD) Minggu pagi.

"Kita lagi giat mengajak masyarakat merekam e-KTP, makanya hari Minggu pun kita buka booth di Merdeka Walk, masyarakat tinggal datang dengan membawa Fotocopy Kartu Keluarga dan Fotocopy Akte Kelahiran, dua sampai tiga hari e-KTPnya sudah di-print," tukasnya.

Lanjutnya, menghadapi tahun politik, Disdukcapil mengaku sedang jor-joran menerbitkan e-KTP. Zulkarnain menyebutkan pada Minggu depan Disdukcapil akan menyerahkan 18.000 keping e-KTP kepada warga. "Minggu depan 18.000 kita serahkan ke masyarakat melalui kantor camat," katanya.

Disinggung berapa persen jumlah warga kota Medan yang belum melakukan perekaman, mantan Kadispenda Kota Medan ini mengatakan jumlah pertumbuhan usia selalu berubah-ubah. Perubahan itu pun disebutkan Zulkarnain di Lapas Lapas di dalam dan luar Kota Medan.

"Usia 17 tahun setiap hari bertambah. Ini dinamis. Tidak ada angkanya. Makanya kita terus bekerja," ujarnya.

"Di Lapas, warga binaan bisa ada yang keluar masuk. Di sana pun terbatas, makanya kita saat ini meningkatkan penjeputan perekaman e-KTP," sambungnya.

Zulkarnain mengatakan, saat ini ada dua tim dari Disdukcapil yang melakukan perekaman ke daerah daerah di luar Kota Medan. Tim tersebut akan bekerja sesuai permintaan Kalapas/Karutan. "Jadi setiap ada permintaan oleh Kalapas bahwa ada warga Medan yang tak punya KTP, maka kita jemput ke sana. Rencananya, Kamis ini kita akan berangkatkan tim ke Kabupaten Humbahas," pungkasnya.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved