Lahirkan SDM Unggul Lewat Pembangunan Nonfisik, Solusi Problem Pendidikan Menuju Sumut Bermartabat

Menyisakan sedikit bagian dinding. Atap sengnya sebagian copot dan berkarat. Tentu saja, ruang balai desa tak dapat menampung semua murid.

Lahirkan SDM Unggul Lewat Pembangunan Nonfisik, Solusi Problem Pendidikan Menuju Sumut Bermartabat
TRIBUN MEDAN/Dok TRIBUN MEDAN
KELAS GABUNG -Sejumlah murid SD Percontohan Desa Sampuran, Padangbolak, Padanglawas Utara, belajar di ruang balai desa, beberapa waktu lalu. Murid dari tiga kelas digabung di ruang balai desa ini karena bangunan sekolah rusak berat. 

TRIBUN-MEDAN.com-JELANG tengah hari, awal November 2018, sejumlah anak berseragam putih merah berhambur dari ruang kelas mereka di Balai Desa Sampuran, Padangbolak, Padanglawas Utara.

Ruang pertemuan di balai desa ini memang "disulap" jadi tempat belajar-mengajar, lantaran ruang-ruang kelas SD Pembantu Desa Sampuran, yang dibangun atas swadaya warga pada tahun 1995, telah rusak.

Menyisakan sedikit bagian dinding. Atap sengnya sebagian copot dan berkarat. Tentu saja, ruang balai desa tak dapat menampung semua murid. Satu ruang dibagi untuk tiga kelas, yakni kelas satu, dua, dan tiga.

Sedangkan murid tiga kelas lain ditumpangkan ke SD Negeri di Desa Liang Asona, desa tetangga yang berjarak kurang lebih tujuh kilometer.

Ketiga kelas ini ditangani satu orang guru saja. Namanya Amirullah. Berstatus honorer dan bergaji Rp 300 ribu per bulan. Masalah di Padanglawas Utara bukan baru dan juga bukan terjadi pada ruang lingkup terbatas.

Ini masalah klasik. Terutama di daerah yang jauh dari ibu kota provinsi dan memiliki akses transportasi buruk.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut di bawah pimpinan Gubernur Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah, memandang krusial persoalan ini.

VIDEO: Pernikahan Driver Gojek, Pengantin dan Undangan Kompak Berjaket Ojek Online

Menilik Potret Keseruan dan Cantiknya Aura Kasih saat Menikmati Babymoon di Bali

Prilly Latuconsina Beberkan Kriteria Calon Suaminya, Tak Ingin yang Punya Mantan Banyak

Ciptakan 2 Gol Dalam 2 Menit, Barcelona Nyaman di Puncak Klasemen Liga Spanyol

Dari lima program prioritas guna mewujudkan Sumut bermartabat, terdapat program pendidikan yang mencerdaskan.

Pada beberapa kesempatan, Edy mengatakan pendidikan yang baik melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas baik pula.

Karenanya, program pendidikan diarahkan kepada peningkatan jangkauan layanan. Caranya? Membangun infrastruktur. Sekolah-sekolah diperbanyak. Bangunan yang sudah ada, tetapi tak layak, harus diperbaiki.

SEKOLAH RUSAK - Sejumlah siswa SMP bermain bola di depan ruangan sekolah yang terbengkalai di SMP Yayasan HKI, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, beberapa waktu lalu.
SEKOLAH RUSAK - Sejumlah siswa SMP bermain bola di depan ruangan sekolah yang terbengkalai di SMP Yayasan HKI, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, beberapa waktu lalu. (TRIBUN MEDAN/DOK TRIBUN MEDAN)

Namun membangun infrastruktur tidak mudah. Selain butuh anggaran besar, waktu pengerjaannya juga tak sebentar. Edy dan Ijeck, sapaan populer Musa Rajekshah, menyadari betul situasi ini.

Halaman
1234
Penulis: T. Agus Khaidir
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved