Blusukan ke Pasar Tradisional Sumbul, Djarot Sapa Pedagang sambil Belanja Salak dan Kentang

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat blusukan ke pasar tradisional

Blusukan ke Pasar Tradisional Sumbul, Djarot Sapa Pedagang sambil Belanja Salak dan Kentang
TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat berpose mengangkat gerobak sorong milik pedagang kelapa saat berfoto dengan masyarakat di Pasar Sumbul, Kabupaten Dairi, Selasa (9/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat blusukan ke pasar tradisional di Kelurahan Sumbul, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Selasa (9/4/2019).

Djarot, ditemani para kader Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kabupaten Dairi, menyusuri Pasar Sumbul dan menyapa masyarakat.

Kedatangan Djarot disambut riuh masyarakat yang ingin berjabat tangan dan berfoto bersama.

"Pilih Jokowi ya, Inang. Tanggal 17 April 2019 nanti ya bu," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini kepada para pedagang.

Tak hanya menyapa, Djarot juga berbincang seputar harga barang dengan para pedagang. Djarot juga menyempatkan diri berbelanja salak dan kentang.

Pada kesempatan itu pula, Djarot menyempatkan menjenguk tokoh masyarakat setempat, yang juga kader PDIP, dan datang ke posko pemenangan caleg PDIP asal daerah tersebut.

Djarot mengatakan, kunjungannya ke Dairi dalam rangka mengonsolidasi jajaran DPC PDIP Dairi untuk menghadapi Pemilu 2019, sekaligus mengecek respon warga terhadap Jokowi.

"Alhamdulillah, masyarakat antusias sekali dan semua masih ingat dengan saya. Makanya saya optimis, Pak Jokowi bisa menang 90 persen di Dairi," ujar Djarot yang ditemui di sela-sela blusukannya

Dikatakan Djarot lagi, dirinya sebelumnya juga sudah blusukan ke Pusat Pasar Sidikalang. Tujuan kegiatannya itu ialah untuk mengecek harga-harga bahan kebutuhan pokok, yang diisukan mengalami kenaikan.

Hasil dialog dengan para pedagang dan pembeli, harga-harga terpantau normal. Dirinya malah kaget mendengar pengakuan pedagang, yang mana harga kelapa Rp10 ribu/tiga buah, tomat Rp10 ribu/kg, dan salak Rp13 ribu/kg.

"Harga barang rata-rata murah di sini. Siapa bilang mahal. Saya tadi beli salak satu kilogram Rp13 ribu. Kemudian, tadi saya sempat tanya juga, kelapa tiga biji Rp10 ribu. Itu sudah murah. Kalau terlalu murah, petaninya kasihan. Makanya, harga itu harusnya stabil, bisa menguntungkan petani dan tidak memberatkan pembeli," tutur mantan Wali Kota Blitar ini.

Tahun ini, lanjut Djarot, Jokowi kembali mengeluarkan program baru, yaitu meluncurkan kartu sembako murah. Tujuannya, agar masyarakat ekonomi lemah tetap bisa membeli sembako.

"Yang bilang harga melambung itu hoaks, karena mereka enggak pernah ke pasar. Bagaimana boss bisa ke pasar? Sementara, Pak Jokowi tahu, karena dia rakyat biasa. Kalau Pak Prabowo, orang kaya," ujar Djarot.

Djarot menambahkan, selain ke pasar, dirinya selama di Dairi bertemu masyarakat di Desa Hutarakyat, Kecamatan Sidikalang. Setelah dari Dairi, ia lanjut ke Kabupaten Langkat. 

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved