Polres Tanah Karo Sita 9 Kg Sabu, Kapolres: Delapan Bungkus Ditemukan di dalam Tanah

Dari tangan para pelaku disita sedikitnya sembilan kilogram sabu yang telah dibungkus rapih menggunakan bungkusan teh dari Cina.

Polres Tanah Karo Sita 9 Kg Sabu, Kapolres: Delapan Bungkus Ditemukan di dalam Tanah
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kapolres Tanah Karo AKBP Benny R Hutajulu (tengah) didampingi Wakapolres Tanah Karo Kompol Edward Nauman Saragih (dua kiri), dan Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Sopar Budiman (dua kanan), menunjukkan barang bukti sabu seberat sembilan kilogram, di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Selasa (9/4/2019). 

"Memang pada saat penggerebekan awal, barang bukti yang kita temukan sebanyak delapan bungkus. Menurut pengakuan tersangka yang pertama kita tangkap, dua bungkus lagi sudah diserahkan kepada temannya," ucapnya.

Benny menyebutkan, setelah mendapat cukup informasi personel langsung melakukan pengejaran terhadap Tresno. Namun, saat disambangi ke kediamannya pelaku diketahui telah melarikan diri ke Kota Dumai, Provinsi Riau. Setelah kembali dilakukan pengembangan, Tresno menyebutkan telah memberikan dua bungkus narkoba tersebut kepada Wawan dan satu rekannya lagi berinisial HL.

"Berdasarkan informasi dari Tresno, tersangka lainnya berhasil kita amankan di daerah Simalungun, dengan barang bukti satu bungkus besar sabu. Namun kita masih melakukan pengembangan terhadap satu tersangka lainnya, yang saat ini masih kita lakukan pengejaran," ungkapnya.

"Berdasarkan penyelidikan, kami katakan ini sudah masuk jaringan internasional. Namun saat ini kita masih melakukan pengembangan karena satu tersangka lain saat ini masih menjadi buron," tambah Benny.

Dirinya mengungkapkan, para pelaku akan dijerat dengan undang-undang nomor 35 tahun 2019, pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2. Tentang kepemilikan narkoba bukan jenis tanaman, dan menawarkan atau menjual narkoba jenis tersebut lebih dari lima gram.

"Ancaman hukumannya mulai dari hukuman mati, penjara seumur hidup, dengan denda uang 10 dan delapan miliar rupiah," ucapnya.

Diketahui, hingga saat ini barang haram tersebut belum diketahui akan disebarkan ke daerah mana saja. Terlebih, menurut pengakuan tersangka utama dirinya hanya menemukan narkotika itu.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved