Pemilu 2019

Ajak Lestarikan Objek Wisata Danau Toba, Djarot Sayangkan Ancaman Punahnya Ikan Batak

Djarot menyayangkan adanya tindakan yang merusak secara sistematis yang membuat area Danau Toba mengalami degradasi secara serius.

Ajak Lestarikan Objek Wisata Danau Toba, Djarot Sayangkan Ancaman Punahnya Ikan Batak
TRIBUN MEDAN/FATAH BAGINDA GORBY SIREGAR
Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Dapil Sumut III, Djarot Saiful Hidayat saat mengunjungi objek wisata Bukit Indah Simarjarunjung di pinggiran Danau Toba. Djarot mengajak semua pihak menjaga objek wisata tersebut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keberadaan objek wisata Danau Toba yang mendunia, membuat Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Dapil Sumut III, Djarot Saiful Hidayat mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan memajukan potensi danau purba itu.

Djarot menyayangkan adanya tindakan yang merusak secara sistematis yang membuat area Danau Toba mengalami degradasi secara serius.

"Adanya pembalakan liar, lalu ada pencemaran air oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab," ujarnya, Kamis (11/4/2019).

Menurut Djarot semua pihak harus berperan aktif untuk menjaga kelestarian danau toba, Ia berharap tidak adanya limbah rumah tangga yang dibuang ke danau tersebut, pembuangan sampah dan bangkai ikan serta pengendalian penggunaan keramba ikan.

Djarot menjelaskan menurunnya kualitas air dan over fishing yang dilakukan membuat ikan Ihan (Neolissochilus thienemanni) atau curong/semah, terancam punah.

"Setahu saya ikan Ihan itu endemik Sumatera Utara, banyak digunakan saat acara adat namun saat ini terancam punah," katanya.

Ia mengajak berbagai pihak agar tidak mengeksploitasi ikan tersebut, melakukan pembibitan dan tak boleh melakukan pemancingan saat masa pemijahan.

Baca: Warga Takut Minum dan Mandi di Sungai Maranti, Ihan Batak Mati Mendadak Diduga karena Keracunan

Baca: Ikan Mati Mendadak di Desa Sihaporas, Dokter Puskesmas dan Dinas Perikanan Ambil Sampel Air

Baca: Butuh 70 tahun Kembalikan Kualitas Air Danau Toba dari Pencemaran Keramba Jaring Apung

Ikan-ikan endemik seperti ihan Batak atau curong/semah (Latin: Neolissochilus thienemanni), ikan pora-pora, kepiting bahkan katak ditemukan bermatian di Sungai Maranti, Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun diduga kena racun dari aktivitas pekerja PT Toba Pulp Lestari, Kamis (25/10/2018).
Ikan-ikan endemik seperti ihan Batak atau curong/semah (Latin: Neolissochilus thienemanni), ikan pora-pora, kepiting bahkan katak ditemukan bermatian di Sungai Maranti, Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun diduga kena racun dari aktivitas pekerja PT Toba Pulp Lestari, Kamis (25/10/2018). (HO/Lembaga Adat Sihaporas)

"Dulu Bu Mega juga menebar ikan pora-pora di danau tersebut, ini merupakan langkah untuk melestarikan ekosistem danau," katanya.

Bagi Djarot, kearifan lokal (local wisdom) yang ada di bumi Sumatera Utara menjadi benteng bagi tindakan perusakan alam

"Tiada satupun kearifan lokal dari nenek moyang kita yang mengajarkan untuk merusak, namun sebaliknya esensi local wisdom itu adalah melestarikan alam," ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved