Asiong Sebut Tamrin Ritonga Minta Rp 1,8 Miliar Untuk Diberikan Pada Pangonal Harahap

Efendy Sahputra alias Asiong menjadi saksi di kasus Terdakwa tangan kanan Bupati Labuhan Batu, Tamrin Ritonga (54) di Pengadilan Tipikor

Asiong Sebut Tamrin Ritonga Minta Rp 1,8 Miliar Untuk Diberikan Pada Pangonal Harahap
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Efendy Sahputra alias Asiong menjadi saksi di kasus Terdakwa tangan kanan Bupati Labuhan Batu, Tamrin Ritonga (54) di Pengadilan Tipikor, Kamis (11/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Efendy Sahputra alias Asiong menjadi saksi di kasus Terdakwa tangan kanan Bupati Labuhan Batu, Tamrin Ritonga (54) di Pengadilan Tipikor, Kamis (11/4/2019).

Asiong yang sebelumnya telah divonis 3 tahun penjara akibat suap yang diberikannya pada Bupati Pangonal Harahap tampak mengenakan batik lengan pendek dengan celana kepernya.

Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Irwan Effendi menyebutkan bahwa dari awal dirinya mendapatkan beberapa paket pekerjaan pada tahun 2016, 2017 dan 2018 di Labuhanbatu berawal dari hutang Pangonal terhadap dirinya.

"Awalnya Pangonal meminjam uang untuk membayar uang untuk utang pilkadanya. Kalau setahu saya mereka sudah keliling istilahnya untuk membayarkan utang ini. Dia minta bayarkan utang lebih kurang Rp 7 miliar. Jadi waktu uyang ditagih enggak ada jadi ditukar dengan proyek," jelasnya.

Jadi ia menyebutkan bahwa awalnya terdakwa Tamrin lah yang memberikan proyek tersebut kepada dirinya.

"Jadi awal ceritanya, Taamrin ditawarkan proyek oleh Bupati dan memberikan kepada saya. Lalu di tahun 2017 terdakwa meminta uang Rp 1,3 miliar dan terdakwa bilang ini bupati sudah butuh dana, ditambah lagi butuh Rp 500 juta," sebutnya.

Jaksa KPK, Mayhardi Indra Putra menyebutkan bahwa peran dari Tamerin memang adalah pengatur proyek yang ada Labuhanbatu.

"Jadi memang yang disebutkan Asiong, pemberi uang sejumlah Rp 1,3 miliar itu memang permintaan dari terdakwa. Begitu juga yang Rp 500 juta dan memang itu semuanya nanti disetor oleh terdakwa kepada Pangonal," terangnya.

Ia juga menyebutkan bahwa Tamrin dalam keterangan saksi lainnya Abu Yazid yang merupakan saudara Pangonal Harahap. Terdakwa menerima uang sebesar Rp 1,3 Miliar.

"Jadi memang peran dari terdakwa memang membagikan proyek, juga menerima uang dari melalui Asiong ke Umar Ritonga lalu ke Pangonal. Kalau masalah uang yang diterima kemarin versi saksi Yazid terdakwa ini menerima Rp 1,3 miliar dan kalau versi terdakwa dia sudah kembalikan, tali Yazid sebut belum. Nanti itu tergantung majelis hakim untuk mengkompair," tutupnya.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved