Pertahankan Pangsa Pasar Minyak Sawit, RI Ancam Kaji Ulang Kerja Sama Ekonomi

Pemerintah terus berupaya menekan kesenjangan pemahaman tentang kelapa sawit akibat informasi keliru untuk mempertahankan pangsa pasar di Eropa.

Pertahankan Pangsa Pasar Minyak Sawit, RI Ancam Kaji Ulang Kerja Sama Ekonomi
IST
Pekerja PTPN IV terlihat semangat saat memindahkan sawit ke kereta untuk diangkut, Senin (30/10/2017). (doc PTPN IV) 

TRIBUN-MEDAN.com-Selama kunjungan ke Uni Eropa, Pemerintah Indonesia menemukan kesenjangan pemahaman dan pandangan terkait kelapa sawit akibat kampanye negatif yang cukup merugikan petani dan negara produsen.

Pemerintah terus berupaya menekan kesenjangan pemahaman tentang kelapa sawit akibat informasi keliru untuk mempertahankan pangsa pasar di Eropa.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memimpin kunjungan delegasi Indonesia dalam rangka misi bersama Pemerintah Malaysia dan Kolombia ke Brussel, Belgia, pada Senin (8/4/2019)-Selasa (9/4/2019).

”Persepsi negatif mengenai kelapa sawit sudah terbentuk di tingkat pejabat UE, bahkan konsumen,” ucapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Menurut Darmin, perdebatan dengan Komisi Eropa berlangsung alot.

Pembahasan diakhiri dengan usulan Komisi Eropa membuat proposal dan pembahasan tertulis untuk mengadakan kunjungan ke Indonesia dalam rangka memperbarui informasi dan data baru terkait kelapa sawit.

Pembahasan tertulis itu dapat menjadi pertimbangan Komisi Eropa untuk merevisi dokumen delegated acts Arahan Energi Terbarukan (RED) II dalam pengkajian ulang pada 2021.

Bentuk revisinya berupa penggolongan minyak kelapa sawit mentah (CPO) sebagai sumber bahan bakar nabati (BBN) yang berisiko rendah.

Hingga saat ini, CPO digolongkan sebagai sumber BBN berisiko tinggi. Penggolongan tersebut berdasarkan metode berbasis alih fungsi lahan secara tidak langsung atau indirect land use change(ILUC).

CPO yang tergolong dalam risiko tinggi ini akan dimanfaatkan sebagai BBN dalam jumlah tertentu sesuai dengan penggunaan pada 2019 hingga 2023.

Halaman
123
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved