Breaking News:

Caleg Terduga Money Politics Tercatat Sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Se-Kepulauan Nias

Caleg Gerindra Damili R Gea juga tercatat sebagai Ketua Tim Pemenangan Capres-Cawapres No 02 Prabowo-Sandi se-Kepulauan Nias.

Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: Juang Naibaho
Istimewa
Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan merilis kasus dugaan money politics di Nias, Selasa (16/4/2019). Tim Polres Nias mengamankan empat anggota pemenangan caleg Partai Gerindra untuk DPRD Provinsi Sumut atas nama Damili R Gea. 

“Sesampainya di simpang Jalan Sisingamangaraja simpang Tandrawana, sepeda motor tersebut diberhentikan dan pengendara disuruh untuk membuka jok sepeda motornya. Ternyata di dalam jok ditemukan 1 blok uang sebesar Rp 20 juta,” katanya.

Belakangan diketahui, kedua orang itu adalah Meliedi Harefa alias Wiwin dan Kesaktian Telambanua alais Kesa.

Menurut Deni, uang yang ditemukan terdiri dari pecahan Rp 20 ribu. Dari penjelasan keduanya, diketahui uang tersebut diambil dari Posko Relawan Caleg Damili R Gea.

Uang itu diserahkan oleh laki-laki bernama Fatolosa Lase alias Ama Eva kepada Meliedi Harefa alias Ama Wiwin.

"Meliedi dan Kesaktian kita amankan dan dibawa ke Posko Relawan Caleg Damili. Kita bertemu Damili dan dia mengakui benar ada menyerahkan uang kepada Fatolosa sebesar Rp 60 juta, untuk keperluan pemilihan dirinya sebagai Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara," ungkap Deni.

Baca: Cium Reino Barack di Depan Syahrini, Wanita Ini Mengaku Sempat Diteriaki Incess

Baca: KABAR TERBARU MUZDLIFAH - Terungkap Barang Milik Nassar (Mantan Suami) Disimpan, Ruben Onsu Buktikan

Perburuan pelaku money politics tak berhenti di situ saja. Polisi mengejar Fatolosa dan berhasil mengamankannya.

Fatolosa diamankan saat sedang mengendarai sepeda motor. Dari tangan Fatolosa disita uang tunai sebesar Rp 40 juta.

Fatolosa, saat diinterogasi penyidik, membenarkan telah menerima uang dari Damili.

Uang itu rencananya dipergunakan untuk pemenangan Damili sebagai Caleg DPRD Provinsi Sumatera Utara pada Pemilu tanggal 17 April 2019.

Rencananya uang itu akan dibagi-bagikan kepada pemilih di wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur, yang tercatat memiliki 2.400 mata pilih.

Pengakuan Fatolosa, uang yang akan dibagikan kepada masyarakat bernilai Rp 20 ribu per mata pilih. Sehingga totalnya Rp 48 juta.

Adapun sisa Rp 12 juta adalah uang operasional tim yang bekerja di lapangan.

"Dari posko relawan Caleg Damili, kita dapatkan dokumen tanda terima uang kepada Fatolosa serta catatan jumlah pemilih dan nama pemilih serta foto copy KTP pemilih di setiap desa di Wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur," terang Deni.

Polres Nias mengamankan barang bukti dugaan money politics di Nias, Selasa (16/4/2019). Kepolisian mengamankan empat anggota pemenangan caleg Partai Gerindra untuk DPRD Provinsi Sumut atas nama Damili R Gea.
Polres Nias mengamankan barang bukti dugaan money politics di Nias, Selasa (16/4/2019). Kepolisian mengamankan empat anggota pemenangan caleg Partai Gerindra untuk DPRD Provinsi Sumut atas nama Damili R Gea. (Istimewa)

Barang bukti yang diamankan yakni uang sebesar Rp 60 juta terdiri dari pecahan Rp 20 ribu. Kemudian kwitansi tanda terima uang dan catatan jumlah pemilih setiap desa di wilayah Kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur. Termasuk daftar nama-nama pemilih pasti di Kecamatan Namohalu Esiwa dan Kecamatan Lahewa Timur.

Polisi juga mengamankan satu laptop merek Acer, 1 printer berwarna hitam, dan 2 unit sepeda motor.

"Untuk keempat laki-laki tersebut beserta barang bukti dibawa ke Polres Nias untuk dilakukan interogasi awal dan selanjutnya akan diserahkan ke Bawaslu Kota Gunungsitoli," tutup Deni.(mak/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved