Breaking News:

MK Tetapkan Hasil Hitung Cepat atau Quick Count Bisa Diumumkan Pukul 15.00 WIB

Mahkamah Konstitusi menetapkan waktu publikasi hasil hitung cepat lembaga survei pada Pemilu Serentak pada Rabu (17/4/2019) besok.

Editor: Juang Naibaho
KOMPAS / RADITYA HELABUMI
Suasana hitung cepat yang dilakukan Litbang Kompas di Jakarta untuk mengetahui perolehan suara masing-masing kandidat dalam Pemilihan Presiden 2014, Rabu (9/7/2014). 

TRIBUN MEDAN.com - Mahkamah Konstitusi menetapkan aturan waktu publikasi hasil hitung cepat lembaga survei pada Pemilu Serentak pada Rabu (17/4/2019) besok.

Hasil survei dan hitung cepat (quick count) pada Pemilu 2019 baru bisa diumumkan pukul 15.00 WIB.

Hal ini diatur MK saat menolak gugatan uji materi yang diajukan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Asosiasi Riset Opini Publik (Aropi).

Gugatan itu terkait aturan publikasi hasil survei dan hitung cepat (quick count) pada Pemilu 2019.

"Menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," kata Hakim MK Anwar Usman dalam sidang putusan di Gedung MK, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Baca: Cara Mudah Mencoblos walau tak Dapat Formulir C6, Bawa e-KTP Datang ke TPS, Ini Penjelasan KPU

Baca: Heboh Surat Suara di Kantor Lurah Siti Rejo Sudah Dicoblos Kepling, Ini Reaksi KPU

Para pemohon menguji Pasal 449 ayat (2), ayat (5), Pasal 509, dan Pasal 540 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Pemilu.

Pasal-pasal yang digugat mengatur quick count baru boleh dipublikasikan dua jam setelah pemungutan suara di zona Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) berakhir.

Selain itu, ada juga pasal yang melarang publikasi hasil survei di masa tenang.

Para pemohon menilai, pasal-pasal itu bertentangan dengan pasal 28 E ayat (3) dan pasal 28F UUD 1945 karena menghilangkan hak masyarkat untuk menyampaikan dan mendapatkan informasi.

Namun MK menilai, aturan quick count baru bisa dipublikasikan dua jam setelah pemilu di wilayah Indonesia barat selesai itu tidak menghilangkan hak masyarakat.

"Hal demikian hanya menunda sesaat demi melindungi hak suara pemilih," kata Hakim MK Enny Nurbaningsih saat membacakan pertimbangannya.

Baca: KABAR TERBARU BELLA SHOFIE, Ogah Posting Foto Glamor, Gantinya Foto & Video Danillo Prince Rigan

Baca: Viral Seorang Ayah Hadiri Wisuda Putrinya dengan Pakaian Sederhana dan Tanpa Alas Kaki

MK menilai, bila hasil quick count langsung dipublikasikan maka hal tersebut bisa mempengaruhi pemilih yang belum menggunakan hak suaranya.

MK khawatir saat hasil quick count dipublikasikan, ada sejumlah masyarakat yang belum menyalurkan hak pilihnya di wilayah Indonesia barat.

Selain itu, MK juga mempertimbangkan kemungkinan lembaga survei dan media yang mempublikasikan berafiliasi dengan pasangan calon tertentu.

Pertimbangan lainnya, hasil quick count belum tentu akurat.

"Karena masih mengandung rentang kesalahan atau margin of error," ucap Enny.

Dengan putusan ini, maka aturan publikasi quick count tetap mengacu pada UU Pemilu, yakni dua jam setelah pemilihan di zona Waktu Indonesia Bagian Barat berakhir.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Putusan MK, 'Quick Count' Baru Bisa Dipublikasikan Pukul 15.00 WIB

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved