Pemilu di Nias Selatan Tertunda, KPU Sebut Faktor Gangguan Cuaca

Akibat keterlambatan kotak suara tiba tepat waktu, membuat pelaksanaan Pemilu di 143 TPS di Nisel terpaksa harus ditunda.

Pemilu di Nias Selatan Tertunda, KPU Sebut Faktor Gangguan Cuaca
TRIBUN MEDAN/HO/Polda Sumut
Para personel polisi dari Polres Nias Selatan yang melaksanakan pengamanan kotak suara dan TPS di pulau-pulau terluar di Kabupaten Nias Selatan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nias Selatan (Nisel) beberkan bahwa badai di perairan Nias Selatan, jadi hambatan yang menyebabkan distribusi kotak suara tak sampai tepat waktu.

Akibat keterlambatan kotak suara tiba tepat waktu, membuat pelaksanaan Pemilu di 143 TPS di Nisel terpaksa harus ditunda.

Ketua KPU Nisel Edward Duha saat dikonfirmasi membenarkan bahwa adanya keterlambatan kotak suara tiba.

"Jadwal pendistribusian itu kan tanggal (12/4/2019), berhubung karena tanggal 12 tidak terlaksana disebabkan kapal laut yang menjemput logistik mengalami badai" kata Ketua KPU Nisel Edward Duha Kamis (18/4/2019).

"Sehingga tidak bisa terlaksana pemilu di hari itu. Pendistribusian logistik jari tertunda satu hari," sambungnya.

Edward menjelaskan bahwa kendala waktu, membuat kotak suara terlambat sampai di lima kecamatan yang berada di Nisel. Yakni Kecamatan Gomo, Sidua'ori, Somambawa, Mazino, Toma dan Lolowau

"Jadi ketika tidak jadi berangkat pas tanggal 12 ini, menghalangi semua proses, mulai dari pada pengepakan kotak suara. Ada 500 kotak suara yang dibagi sehingga berpengaruh pada jadwal berikutnya," urainya.

Selain hambatan Badai, sambung Edward kondisi cuaca kian memperburuk proses pendistribusian logistik Pemilu di H-1.

Saat KPU hendak menyalurkan logistik tiba-tiba hujan lebat datang dan membuat tertundanya penghantaran.

"Di H-1, terjadi hujan hingga setengah hari baru berhenti, sehingga dari hujan ini takutnya kotak suara akan mengalami kerusakan, maka kita drop ke dalam gudang balik. Ini kan jadi amburadul, kita mengejar supaya kotak suara tidak basah," beber Edward.

Masih kata Edward, saat proses Pemilu, kotak suara baru tiba di 143 TPS yang tertunda pada pukul 11.00. KPPS sempat menyarankan dengan beberapa Panwas tidak dilakukan pemilihan.

"Total ada 924 TPS di Nisel, dimana 143 proses Pemilu tertunda. Kita juga belum bisa memastikan kapan Pemilu pemungutan suara ulang dilakukan," ujarnya.

"Pokoknya nanti kita rapatkan, wajib dilaksanakan dalam waktu dekat, karena jika tidak nanti bisa bertabrakan dengan tahapan lain," pungkas Edward.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved