C6 Orang Meninggal Dunia Tersebar, KPU Dairi Akui Kecolongan

bagaimana bisa C-6 dari orang yang sudah meninggal dunia bisa terbit, lalu dipegang oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab

C6 Orang Meninggal Dunia Tersebar, KPU Dairi Akui Kecolongan
Ist
Foto Ilustrasi: Formulir C6 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Kasus dua pria diamankan Bawaslu Dairi dari TPS 002 Jalan Tembakau, Sidikalang, belum lama ini cukup menyita perhatian masyarakat, khususnya di Kabupaten Dairi.

Publik heran, bagaimana bisa C-6 dari orang yang sudah meninggal dunia bisa terbit, lalu dipegang oleh tangan-tangan tak bertanggungjawab dan disalahgunakan.

KPU Dairi mengaku, tersebarnya C-6 orang meninggal dunia disebabkan kelalaian Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) jajarannya.

Para komisioner KPU Dairi, Veryanto Sitohang, Hartono Maha, Freddy Sinaga, dan Jenny Ester Pandiangan menjelaskan, pihaknya kesulitan mengetahui adanya pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang pindah atau meninggal dunia jika tidak ada laporan dari keluarga yang bersangkutan.

"DPT ditetapkan tanggal 10 Desember 2018. Pendistribusian C-6 tanggal 12 April 2019. Tentu masih memungkinkan ada DPT ganda atau meninggal dunia setelah tanggal ditetapkan tersebut. Kan kematian, siapa bisa memprediksi?" ujar Komisioner KPU Dairi Hartono Maha.

Dikatakan mereka, pihak KPU Dairi sudah mengirim surat kepada seluruh jajaran Ketua KPPS untuk mencoret pemilih dalam DPT atau DPTb yang tidak memenuhi syarat, seperti meninggal dunia, pindah domisili, pindah memilih, dan ganda.

Namun, para KPPS jajaran tetap tak berdaya bila tiada laporan, terutama dari keluarga yang bersangkutan.

"Kecamatan Sidikalang kan padat, sehingga KPPS bisa saja tak tahu kalau ada warga di wilayah TPS-nya sudah meninggal dunia. Jadi, bergantung juga pada laporan warga. Makanya jauh-jauh hari kita sudah ingatkan agar warga melapor bila ada anggota keluarganya yang meninggal dunia atau pindah," ujar Komisioner Veryanto Sitohang.

Selanjutnya, Komisioner KPU Dairi Jenny Ester Pandiangan mengklarifikasi bahwa penangkapan kedua pelaku penyalahguna C-6 orang meninggal dunia dilakukan oleh petugas KPPS TPS 002.

Setelah diberi kabar, barulah petugas dari Bawaslu Dairi bersama kepolisian datang mengangkut kedua pelaku ke kantor mereka untuk proses lebih lanjut.

Terkait pengusutan kasus itu, Jenny mengaku pihaknya belum mendapat permintaan dari Bawaslu Dairi atau Gakkumdu untuk turut terlibat.

"Sampai hari ini, belum ada rekomendasi atau pemberitahuan dari Bawaslu terkait penanganan kasus C-6 orang meninggal dunia," tukas Jenny.

Sebagai informasi, dua pelaku penyalahguna C-6 orang meninggal dunia yang diamankan di Kantor Bawaslu Dairi beberapa waktu lalu telah dilepas. Namun, penyelidikannya masih berlanjut hingga 14 hari ke depan terhitung dari tanggal penangkapannya, yaitu 17 April 2019.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved