Breaking News:

Tiga Gereja Kena Bom Saat Rayakan Paskah, Sedikitnya 50 Orang Tewas, 250 Orang Terluka

Polisi mengatakan, ledakan itu menghantam sebuah gereja di sisi utara ibu kota dan kota Negombo tak jauh dari Kolombo.

Twitter Aashik Nazardeen
Tiga Gereja Kena Bom Saat Rayakan Paskah, Sedikitnya 50 Orang Tewas, 250 Orang Terluka. Kondisi gereja pascaledakan bom di Srilanka 

Tiga Gereja Kena Bom Saat Rayakan Paskah, 50 Orang Dilaporkan Tewas, 250 Terluka

TRIBUN-MEDAN.com-Ledakan terjadi di dua gereja di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019), termasuk di ibu kota Kolombo, di saat umat Kristen sedang merayakan Paskah.

Kedua gereja yang menjadi korban ledakan berada di sisi utara ibu kota Kolombo dan kota Negombo tak jauh dari Kolombo.

Salah satu ledakan terjadi di gereja St Anthony di Kochchikade, Kolombo.

Sejumlah foto yang beredar di Twitter memperlihatkan kekacauan yang terjadi di dalam gereja St Anthony dan puing-puing bangunan yang berserakan di lantai.

Media massa Sri Lanka yang mengutip keterangan sumber-sumber rumah sakit mengabarkan 150 orang sudah dilarikan ke rumah sakit.

Baca: Bupati Dahlan Hasan Minta Mundur karena Jokowi Kalah di Mandailing Natal, Kemendagri Sebut Lebay

Baca: Prabowo Menang, Beredar Surat Pengunduran Diri Bupati Madina ke Presiden dan Kemendagri

Baca: UPDATE Korban Bom Gereja Momen Paskah Melonjak Jadi 129 Tewas, 400 Orang Terluka

Namun, sejauh ini belum diperoleh informasi jumlah korban tewas dan terluka.

Selain ledakan di dua gereja itu, kepolisian Sri Lanka menyebut kejadian serupa terjadi di hotel Sangri-La dan Kingsbury, keduanya di ibu kota Kolombo.

Baca: Inilah Identitas Pelaku Bom Gereja dan Hotel yang Tewaskan 200 Orang, Antre sebelum Ledakkan Diri!

Baca: Detik-detik Penemuan Potongan Tubuh Manusia Dari Dalam Perut Buaya, Korban Diterkam Saat Panah Ikan

Baca: Penumpang Lion Air di Bandara Kualanamu Mengaku Bawa Bom, Keberangkatan Ditunda 90 Menit

Video di lokasi ledakkan;

80 Orang Terluka

Ledakan yang menghantam dua gereja di Sri Lanka, Minggu (21/4/2019), sejauh ini sudah mengakibatkan 80 orang terluka.

Demikian kepolisian dan dinas kesehatan setempat.

"Sebanyak 80 orang sudah dirawat dan masih banyak korban yang akan dibawa ke rumah sakit," seorang pejabat RS Nasional Kolombo yang tak mau disebut identitasnya.

Polisi mengatakan, ledakan itu menghantam sebuah gereja di sisi utara ibu kota dan kota Negombo tak jauh dari Kolombo.

Sementara itu, media sosial di Sri Lanka dibanjiri berbagai informasi soal ledakan di kedua gereja tersebut.

"Sebuah bom meledak di gereja kami, datanglah dan ikut menolong jika kalian memiliki anggota keluarga di sini," demikian isi status laman Facebook milik gereja St Sebastian di Katuwapiya, Negombo.

Sejumlah foto yang beredar di Twitter memperlihatkan kekacauan yang terjadi di dalam gereja St Anthony dan puing-puing bangunan yang berserakan di lantai.

Media massa Sri Lanka yang mengutip keterangan sumber-sumber rumah sakit mengabarkan setidaknya 150 orang sudah dilarikan ke rumah sakit.

Meski umat Kristen Sri Lanka hanya berjumlah enam persen dari seluruh populasi negeri itu tetapi agama ini dianggap sebagai sebuah pemersatu.

Sebab, umat Kristen Sri Lanka terdiri atas warga beretnis Tamil dan Sinhala yang selama ini kerap berselisih.(*)

Gereja yang Kena Bom Bertambah

Pasukan keamanan Srilanka melakukan penjagaan di depan gereja St. Anthony di Kochchikade yang menjadi sasaran ledakan, Minggu, 21 April 2019.
Pasukan keamanan Srilanka melakukan penjagaan di depan gereja St. Anthony di Kochchikade yang menjadi sasaran ledakan, Minggu, 21 April 2019. (ISHARA S. KODIKARA/AFP)

Setidaknya 50 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat ledakan di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka saat umat Kristen merayakan Paskah.

Setidaknya ada enam ledakan dilaporkan terjadi di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka ketika umat Kristen merayakan Paskah.

Tiga gereja yang menjadi serangan ledakan ini berada di Kochchikade, Negombo dan Batticaloa.

Sejumlah laporan menyebutkan ledakan ini menyebabkan setidaknya 50 orang tewas dan setidaknya 200 orang terluka telah dilarikan ke rumah sakit di Ibu Kota Srilanka, Kolombo.

Direktur rumah sakit di Kolombo mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa setidaknya dua ratus delapan puluh orang terluka akibat ledakan itu.

Diperkirakan korban akan terus bertambah, lapor media Sri Lanka.

Beberapa media juga melaporkan kemungkinan korban tewas akan terus bertambah dan seorang sumber di rumah sakit di Batticaloa mengatakan kepada BBC bahwa jumlah korban tewas sedikitnya 27 orang.

Dan Kantor Berita Reuters mengutip sumber di kepolisian yang mengatakan bahwa lebih dari 50 orang tewas di Negombo saja.

Seorang pejabat mengatakan bahwa ledakan di Cinnamon Grand, yang lokasinya berdekatan dengan kediaman resmi Perdana Menteri Sri Lanka, mengakibatkan kerusakan sebuah restoran, yang menewaskan sedikitnya satu orang, lapor AFP.

Menteri Dalam Negeri Mano Ganeshan, di lokasi salah satu ledakan di Ibu Kota Kolombo, menyatakan keterkejutannya atas serangan itu.

Sebuah foto yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan salah satu gereja, yaitu St Sebastian di Negombo.

Terlihat langit-langit gereja itu hancur dan ada ceceran darah di bangku gereja.

Sri Lanka

Media massa Sri Lanka melaporkan bahwa turis asing kemungkinan termasuk yang menjadi korban ledakan.

Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Dilaporkan Gereja Santo Antonius di distrik Kochchikade di Kolombo, Gereja Sebastian di Negombo dan sebuah gereja di Batticaloa di timur negara itu, menjadi sasaran ledakan.

Adapun tiga hotel yang menjadi sasaran ledakan adalah Hotel Shangri La, Hotel the Cinnamon Grand serta Kingsbury Hotels di pusat Kota Kolombo.

Minggu Paskah adalah salah satu perayaan utama dalam kalender umat Kristen.

Berita ini akan terus dilengkapi.

Sri Lanka

Para rohaniawan di depan gereja St Anthony di Kochchikade, salah-satu gereja yang menjadi target serangan/REUTERS.

INFORMASI TERBARU Setidaknya 137 orang tewas dan lebih dari 200 orang lainnya terluka akibat ledakan bom di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka saat umat Kristen merayakan Paskah.

Setidaknya ada enam ledakan bom dilaporkan terjadi di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka ketika umat Kristen merayakan Paskah.

Tiga gereja yang menjadi serangan bom ini berada di Kochchikade, Negombo dan Batticaloa.

Laporan terkini korban tewas dalam serangkaian ledakan di Sri Lanka pada Minggu (21/4/2019) bertambah mejadi 156 orang.

Polisi mengatakan, 500 orang juga terluka dalam enam ledakan yang hampir bersamaaan mengguncang gereja dan hotel.

Sementara, korban tewas termasuk 35 orang asing. Diwartakan Daily Mirror, sebanyak tiga gereja dan tiga hotel diguncang ledakan.

Hotel tersebut antara lain Kingsbury, Shangri-La, dan Cinnamon Grand, yang semuanya terletak di ibu kota Sri Lanka, Colombo.

Dua gereja yang dilanda ledakan selama perayaan Paskah berada di Kolombo, dan satu lagi terletak di Negombo.

Sejauh ini, belum ada klaim dari pelaku yang atas ledakan tersebut. BBC melaporkan, pemerintah belum memiliki petunjuk apa pun soal siapa yang berada di balik serangan itu.

Badan intelijen negara hanya menduga sebuah organisasi internasional atau keagamaan kemungkinan sebagai dalang dari teror di Hari Paskah tersebut.

Kepala Polisi Sri Lanka Pujuth Jayasundara pernah mengeluarkan peringatan nasional pada 10 hari sebelum serangan pada Minggu terjadi.

Menurutnya, pelaku bom bunuh diri telah merencanakan serangan pada gereja-gereja utama.

"Sebuah agen intelijen asing melaporkan, NTJ (National Thowheeth Jama'ath) berencana melakukan seranga bunuh diri menargetkan gereja terkemuka dan komisi tinggi India di Colombo," demikian bunyi peringatan itu.

NTJ merupakan kelompo radikal di Sri Lanka yang dikaitkan dengan vandalisasi patung Buddha pada tahun lalu.

Berita ini akan terus dilengkapi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sudah 80 Orang Luka Akibat Ledakan di Dua Gereja Sri Lanka" dan BBC Indonesia dengan judul Ledakan di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka saat perayaan Paskah, setidaknya 20 orang tewas

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved