Breaking News:

21 Perawat Dibantai Tentara Jepang di Bangka, Satu Orang Selamat dan Akhirnya Terungkap Fakta Kelam!

Sejumlah perwira senior militer Australia ingin melindungi keluarga-keluarga yang berduka dari stigma pemerkosaan. Kejadian itu dipandang sebagai aib

Editor: Tariden Turnip
LYNETTE SILVER
21 Perawat Dibantai Tentara Jepang di Bangka, Satu Orang Selamat dan Akhirnya Terungkap Fakta Kelam! Vivian Bullwinkel adalah penyintas tunggal dalam peristiwa pembantaian di Pulau Bangka. 

21 Perawat Dibantai Tentara Jepang di Bangka, Satu Orang Selamat dan Akhirnya Terungkap Fakta Kelam!

TRIBUN-MEDAN.COM - Pada 1942, sekelompok perawat Australia dibunuh para serdadu Jepang yang belakangan dikenal dengan peristiwa pembantaian di Pulau Bangka. Kini, seorang sejarawan menghimpun bukti yang mengindikasikan perawat-perawat itu mengalami serangan seksual sebelum dibantai dan pemerintah Australia menutupi kejadian itu.

"Perlu sekelompok perempuan untuk menyingkap kebenaran ini—dan akhirnya untuk menuturkannya."

Sejarawan bidang militer, Lynette Silver, tengah mendiskusikan apa yang menimpa 22 perawat Australia yang disuruh berbaris ke tepi laut di Pulau Bangka, Indonesia, kemudian diberondong dengan senapan mesin pada Februari 1942 lampau. Semua perawat meninggal dunia kecuali satu orang.

"Peristiwa (pembunuhan) ini cukup mengejutkan semua indera. Namun, bahwasannya mereka diperkosa terlebih dahulu merupakan kebenaran yang terlalu mengerikan untuk dibincangkan," kata Silver, merujuk klaim yang dia perinci dalam buku barunya.

"Sejumlah perwira senior militer Australia ingin melindungi keluarga-keluarga yang berduka dari stigma pemerkosaan. Kejadian itu dipandang sebagai aib. Pemerkosaan dipandang lebih buruk dari kematian dan saat itu masih menjadi pelanggaran yang (pelakunya) bisa dihukum gantung di New South Wales sampai 1955."

Penyintas tunggal

Vivian Bullwinkel kena tembak dalam peristiwa pembantaian di Pulau Bangka.

Namun, dia berhasil luput dari kematian setelah pura-pura meninggal.

Dia bersembunyi di hutan, ditangkap lantas dijadikan tahanan perang, dan akhirnya kembali ke Australia.

Halaman
1234
Sumber: bbc
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved