Bocah-bocah Cilik Pahlawan Pariwisata Berjuang Untuk Samosir

Nurtani Siallagan, Pemudi Tuktuk mengatakan beragam kesenian disuguhkan memikat hati pengunjung. Bernuansa leluhur nenek moyang Batak.

Bocah-bocah Cilik Pahlawan Pariwisata Berjuang Untuk Samosir
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Seila Samosir (9) dan Rodearni Sijabat (8) dari Sanggar Seni Parsaulian, Tomok dua penari Batak yang paling muda usianya ikut menggaet tamu-tamu demi menghidupkan wisata Samosir 

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR-Pegiat-pegiat wisata di Samosir berupaya dengan caranya masing-masing menghidupkan dunia Pariwisata di Samosir.

Seperti yang dilakukan Muda-mudi Karang Taruna Tuktuk Siadong (Habonaran Tuktuk), Kabupaten Samosir, untuk mendorong bangkitnya potensi pariwasata mereka mengadakan secara rutin “Even Saturday Night Culture”, di Open Stage Tuktuk. 

Nurtani Siallagan, Pemudi Tuktuk mengatakan beragam kesenian disuguhkan memikat hati pengunjung. Bernuansa leluhur nenek moyang Batak.

"Muda-mudi ini mengikuti jamannya, meski tidak harus meninggalkan budayanya,"ujar Nurtani, Senin (23/4/2019).

Amatan Tribun  Sabtu lalu, pada aksi panggungnya seperti disampaikan Nurtani, mereka tetap menjadi Batak yang kemarin dan hadir pada era saat ini. Bagi mereka gampang membawakan lagu-lagu standard internasional, live akustik band, berbarengan juga tradisional dance. Alat musik tradisional Tagading, Garantung, Ogung, Seruling mampu mereka sejajarkan dengan musik internasional dengan permainan yang piawai.

Terlihat, malam semakon larut tetapi, tamu-tamu tidak mau beranjak dari duduknya. Dari balik panggung, muncul segerombolan anak kecil dengan busana khas Bataknya yang tertata apik. Seila Samosir (9) dan Rodearni Sijabat (8) dari Sanggar Seni Parsaulian, Tomok dua penari Batak yang paling muda usianya berdiri pada barisan terdepan pada malam itu.

Mereka pahlawan pariwisata nan lincah dan dinamis memikat perhatian tamu-tamu mancanegara. Lenggak-lenggok Rodearni dan Seila serta dua teman lainnya diiringi uning-uningan Habonaran Tuktuk yang rancak memesona pengunjung.

Anak-anak remaja, dan orang tua tak beranjak dari tempat mereka berdiri melihat Rodearni dan Seila mahir menari tradisional Batak. Keelokan tortor Sibukka Pikkiran dan Bintang Napurasa dari ”Pulau Samosir” itu memancing tepuk tangan spontan pengunjung saat kedua penari menuntaskan gerakan tari.

Kata Nurtani, kegiatan yang dilakukan untuk menggaet tamu-tamu itu sengaja dilakukan setiap akhir pekan mulai Pukul 19.00-22.00 WIB.

"Kita mengadakan setiap akhir pekan," ujar Nurtani.

(jun-tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved