Bupati Madina Blak-blakan Ungkap Alasan Sesungguhnya Pengin Mundur dari Kursi Bupati Madina

Politisi PDIP itu mengaku bertanya terkait surat yang dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo yang kemudian menjadi berita viral

TRIBUN MEDAN
Bupati Madina Blak-blakan Ungkap Alasan Sesungguhnya Pengin Mundur dari Kursi Bupati Madina . Sutrisno Pangaribuan bersama Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution. 

Bupati Madina Blak-blakan Ungkap Alasan Sesungguhnya Pengin Mundur dari Kursi Bupati Madina

TRIBUN-MEDAN.com- Juru Bicara Tim Kampanye Provinsi Joko Widodo Ma'ruf Amin Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan mengatakan tak lama berselang setelah surat permohonan berhenti dari jabatan bupati Mandailing Natal beredar, ia langsung menyambangi rumah dinas bupati.

Menurut Sutrisno kedatangannya untuk berdiskusi terkait pemilu yang berjalan dengan baik, aman, dan damai.

Tak hanya itu, politisi PDIP itu mengaku bertanya terkait surat yang dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo yang kemudian menjadi berita viral, dan menjadi bahan pembicaraan masyarakat.

"Beliau menjelaskan dengan ekspresi sedih terkait perolehan suara Paslon 01 di Mandailing Natal," katanya kepada Tribun/www.tribun-medan.com, Senin (22/4/2019).

Menurut Sutrisno, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menjelaskan kepadanya terkait adanya upaya dari pihak tertentu yang ingin mempermalukan dirinya.

"Upaya itu disinyalir terkait perolehan suara rendah di kabupaten yang mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo, di kampung "bere" atau menantu bapak Joko Widodo," tambahnya.

La Nyalla Ditagih Janjinya Potong Leher bila Prabowo-Sandi Menang di Madura, Begini Reaksinya

Posting Foto Jokowi 15 Tahun Silam saat Bersua Megawati, Hotman Paris: Nasih Orang Siapa yang Tahu

Siti Badriah Batal Menikah di Bali karena Masalah Biaya, Bakal Bikin Pesta 3 Hari 3 Malam di Bogor

Ceramah Soal Musuhi Presiden Terpilih yang Berutang Diungkit Lagi, Simak Jawaban Ustaz Yusuf Mansur

Dikatakan Sutrisno, pengunduran diri tersebut merupakan ekspresi murni sebagai pilihan bupati tanpa tekanan dari pihak manapun, dan tanpa tujuan politik apapun.

"Bupati sedang memenuhi janjinya, bersedia berhenti jadi bupati, jika paslon 01 kalah di Mandailing Natal. Bupati berjanji kepada diri sendiri dan pernah disampaikan kepada saya," katanya.

Oleh karena itu, menurut Sutrisno ekspresi Bupati Mandailing Natal ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Presiden Joko Widodo pun dengan Paslon 01 Joko Widodo Ma'ruf Amin.

Liga Champions-Milner Sebut Liverpool Tak Takut Lawan Barcelona, Ini Catatan Pertemuan Kedua Klub

Ini Real Count Prabowo, LSI Denny JA Sasar Kaum Cerdik Pandai Prabowo Tolak Quick Count Pilpres 2019

Maia Estianty Ternyata Datangi Guru Spritual Sebelum Menikah, Ini Petuah yang Didapatkannya

"Tidak ada tekanan atau permintaan maupun arahan dari Presiden Joko Widodo atau keluarganya," tambahnya.

Bagi Sutrisno, bangsa ini harus berjalan terus, perhelata pileg dan pilpres sudah usai. Ia mengajak semua pihak selama proses perhitungan berjenjang sedang berlangsung untuk menyerahkannya kepada KPU, Bawaslu, agar dapat menuntaskan tahapan pemilu dengan baik.

"Menyangkut polemik surat bupati kepada Presiden Joko Widodo, kita serahkan sepenuhnya kepada Menteri Dalam Negeri yang akan segera memanggil bupati," imbuhnya.

Viral Mahasiswi Bikin Skripsi 1.150 Lembar dengan Lama Pengerjaan 1,5 Bulan, Ini Dia Sosoknya

Pemain MU Potong Gaji bila Gagal Lolos ke Liga Champions Musim Depan

Performa Solskjaer Melempem setelah Dikontrak Permanen, Ini Catatan Kemenangan Pelatih Sebelumnya

Sutrisno mengatakan, jika ada pihak lain yang menyatakan ada tekanan kepada kepala daerah untuk memenangkan Paslon 01, itu adalah fitnah, hoaks.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved