Kecewa pada Warganya, Bupati Madina Dahlan Nasution Mengundurkan Diri, Begini Respon Mendagri

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membenarkan adanya surat pengunduran diri Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Nasution

Kecewa pada Warganya, Bupati Madina Dahlan Nasution Mengundurkan Diri, Begini Respon Mendagri
dok
Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Nasution 

"Saya kira ini bentuk kekecewaan beliau. Masyarakat Madina tidak menaruh kepercayaan kepada Jokowi di mana pembangunan sudah banyak dilakukan. Belum lagi hubungan emosional, Bobby Nasution sang menantu Jokowi. Di dalam adat Jokowi merupakan mora, orang yang dihormati," katanya.

Baca: Sembunyikan Sabusabu dan Kondom dalam Bra, PNS RS Pirngadi Bawa Barang Haram untuk Suaminya di Lapas

Baca: Riki Campurkan Ganja dengan Mangga untuk Kelabui Petugas, Bawa Ganja Pesanan Tujuan Padang

Senada, Kabag Humas dan Protokol Pemkab Madina Muktar Afandi Lubis membenarkan Bupati Dahlan mengundurkan diri karena kecewa perolehan suara Jokowi-Ma’ruf sangat minim dari masyarakat setempat.

“Iya, memang betul surat Pak Bupati (Dahlan). Kenapa enggak kecewa? Selain sebagai mora dan kerabat, pemerintah pusat melalui Pak Jokowi, ya, cukup besar andilnya kepada Madina,” kata Muktar, Minggu (21/4/2019).

Berikut isi lengkap surat pengunduran diri Dahlan yang beredar;

Dengan hormat, kami maklumkan kepada Bapak bahwa pelaksanaan Pemilu 2019 di Mandailing Natal Sumatera Utara berjalan lancar, aman, dan terkendali.

Namun, hasilnya sangat mengecewakan dan tidak seperti yang diharapkan.

Perlu kiranya kami sampaikan kepada Bapak dalam 3 (tiga) tahun terakhir pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal cukup signifikan antara lain, Pelabuhan Palimbungan, Pembangunan Rumah Sakit, lanjutan Pembangunan Jalan Lintas Pantai Barat, Rencana Pembangunan Bandar Udara Bukit Malintang, Rencana Pembangunan kembali Pasar Baru Panyabungan setelah terbakar pada bulan Syawan yang lalu dan lain-lain.

Sejalan dengan uraian di atas dan mengingat pencerahan sudah cukup kami berikan kepada semua lapisan baik bersama beberapa Putra Daerah disertau Ulama yang berdomisili di Jakarta/Medan, namun belum berhasil memperbaiki pola pikir masyarakat dalam mendukung berbagai pembangunan, untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden dan sebagai ungkapan rasa tanggung jawab atas ketidaknyamanan ini dengan segala kerendahan hati izinkan kami menyampaikan permohonan untuk berhenti sebagai Bupati Mandailing Natal.

Perlu kiranya kami tambahkan, walaupun kami nantinya tidak menjabat lagi sebagai Bupati, namun kami tetap Setia kepada Bapak dan kami berjanji siap membantu Bapak sepenuhnya manakala diperlukan.

Demikian kami sampaikan, atas perhatian Bapak diucapkan terima kasih. Kami mendoakan kiranya Allah SWT selalu melindungi Bapak dan memberikan kekuatan dapat mempersembahkan kemajuan untuk Republik Indonesia Amin.(*)

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved