Sempat Bebas, Ame Cs Akhirnya Disidangkan, Satu Orang Diduga Melarikan Diri

Pohan yang berstatus sebagai perantara atau yang menghubungkan ke bandar besar Suarni alias Ame tidak ikut bersidang.

Sempat Bebas, Ame Cs Akhirnya Disidangkan, Satu Orang Diduga Melarikan Diri
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Empat terdakwa narkotika jenis sabu yang sempat ditangguhkan karena habis masa tahanan akhirnya berujung ke PN Binjai. Tiga terdakwa terlihat di sel PN Binjai, Senin (22/4/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Empat terdakwa narkotika jenis sabu yang sempat ditangguhkan karena habis masa tahanan akhirnya berujung jke PN Binjai.

Tiga terdakwa terlihat di sel PN Binjai, Senin (22/4/2019)

Keempat yakni, Suarni alias Ame (42) warga Keturunan Tionghoa yang bermukim di Jalan Petai Pasar II Cina, Komplek Mahkota Permai, Binjai Utara, Suratman alias Kutil (36) warga Keturunan Tionghoa yang bermukim di Jalan Tuan Iman Nomor 16, Kelurahan Pekanbinjai, Binjai Kota, Juna Irawan (30) warga Jalan Tuan Seirukun, Kelurahan Pekanbinjai, Binjai Kota dan Pohan (48) warga Keturunan Tionghoa yang bermukim di Jalan Irian Nomor 38, Kelurahan Pekanbinjai, Binjai Kota.

Namun, baru tiga terdakwa yang bersidang. Pohan yang berstatus sebagai perantara atau yang menghubungkan ke bandar besar Suarni alias Ame tidak ikut bersidang.

Sidang berlangsung dengan agenda mendengarkan dakwaannya yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Perwira Tarigan.

Dalam dakwaan, Suarni bandar sabu didakwa primair dengan Pasal 114 ayat (2) Subsidair 112 ayat‎ (2). Sedangkan Suratman dan Juna didakwa dengan dakwaan primair Pasal 114 ayat (2) Subsidair 112 ayat (2) hingga Lebih Subsidair 132, yang dibacakan JPU Perwira di Ruang Sidang Cakra PN Binjai, dimana sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fauzul Hamdi Lubis.

"Minggu depan eksepsi dari pengacara," ujar Fauzul usai sidang.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Binjai, Erwin Nasution menyatakan, ‎Pohan yang juga sempat ditangguhkan kini diduga sudah lari. Meski demikian, berkas perkara Pohan dari Penyidik Satresnarkoba ‎Polres Binjai sudah dinyatakan lengkap atau P21.

"Belum penyerahan tersangka dan barang bukti. Tapi keempatnya berkasnya sudah P21," ujar Erwin.‎

Atas larinya Pohan, Kasi Intel terkesan menyalahkan polisi yang hanya menyerahkan tiga tersangka saja beserta barang buktinya. Saat ini, JPU sedang menunggu pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepolisian.

Hasil amatan tribun-medan.com, perkara ini sempat diduga sengaja dipersulit untuk pelimpahan berkas ke meja hijau. Berulangkali berkas polisi P19, sehingga Ame CS ditangguhkan demi hukum, sehingga Pohan bisa kabur.

Terpisah, Kasat Res Narkoba Polres Binjai, AKP Aries Fianto memastikan perkara tersebut tetap lanjut. Hal ini sesuai janjinya beberapa bulan silam. Soal Pohan yang belum bersidang, Aries mengatakan masih dalam pencarian.

"Satu orang masih dalam pencarian. Itulah kendala kami kalau sudah ditangguhkan," pungkas Aries.

Diketahui, dari keempat tersangka ini polisi menyita barang bukti sebanyak 95,69 gram yang dikemas dalam sebungkus plastik besar dan dua paket kecil. Selain itu, polisi juga menyita satu butir pil ekstasi warna hijau, satu timbangan elektrik, dua skop berbahan pipet, 50 plastik klip besar transparan, satu kotak lampu dan satu dompet yang diduga sebagai tempat menyimpan sabu serta buah telepon genggam.

Keempat tersangka diciduk polisi di Jalan Petai Pasar II Cina, Komplek Mahkota Permai, Binjai Utara, Senin (29/10) silam. Hasil penyidikan polisi, Suarni merupakan bandar atau pemilik narkoba.

Sedangkan Pohan merupakan tangan kanan Suarni. Dan Suratman dan Juna merupakan kaki tangan bandar. Keempat tersangka disangkakan Pasal 114 ayat 2 Subsider 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 6 sampai 20 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar hingga Rp10 miliar.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved