Terpidana Korupsi Pasar Horas Siantar Diciduk Setelah Buron 11 Tahun

Berakhir sudah pelarian Henry Panjaitan (55), suami anggota DPRD Provinsi Sumut Komisi A Sarma Hutajulu.

Terpidana Korupsi Pasar Horas Siantar Diciduk Setelah Buron 11 Tahun
Tribun Medan/Victory
Terpidana kasus korupsi pembangunan kios darurat Pasar Horas Siantar, Henry Panjaitan (baju batik), didampingi Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut, Sumanggar Siagian dan Kajari Pematangsiantar, Ferziansyah Sesunan di Kantor Kejatisu, Medan, Selasa (23/4/2019). 

Jaksa kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Baca: Caleg Gagal yang Nyaris Jual Ginjal 2014 Silam Kini Melenggang Mulus Jadi Anggota DPRD

Baca: Cuma Pelengkap Kuota Caleg Perempuan, Istri Caleg yang Nyaris Jual Ginjal Juga Lolos ke DPRD

MA memutuskan Henry bersalah dengan dipidana penjara 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan dan membayar uang pengganti sebesar Rp 247.070.000.

"Putusan kasasi itu tahun 2005. Kami menerima salinan putusan kasasi tahun 2008," beber Ferzi.

Namun, jaksa eksekutor gagal mengeksekusi putusan tersebut.

Henry telah melarikan diri dan akhirnya masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 2008.

Selama masa pelarian, Ferzi mengatakan, Henry mengubah identitasnya.

"Dia (Henry) mengubah identitas, tanggal lahir, tempat lahir, nama, alamat. Dan, hari ini sudah kita amankan," jelasnya.

Baca: Update Real Count Sumut, Presentase Suara Jokowi Semakin Perkasa dari Prabowo, DETAIL WWW.KPU.GO.ID

Baca: Kubu Prabowo-Sandi Klaim Telah Miliki 1.261 Bukti Kecurangan Pemilu, BPN: Terburuk Pasca-reformasi

Menurut Ferzi, pencarian Henry memakan waktu hingga 11 tahun karena pihaknya hanya menggunakan tenaga Intel Kejaksaan.

"Kita sudah berusaha keras.

Saat penangkapan terpidana (Henry) kita berkoordinasi dengan kepolisian," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved