Pra PON Cabor Atletik Berlangsung Sepanjang 2019, Suharjo Sebut Menguntungkan Atlet Sumut
Suharjo mengatakan banyaknya event yang jadi ajang PraPON untuk Cabor atletik merupakan keuntungan.
Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Peluang untuk meraih tiket lolos ke PON XX 2020 di Papua dari cabang olahraga atletik, bakal berlangsung di sepanjang tahun 2019.
Hal ini dikarenakan dari jadwal Prakualifikasi PON tidak hanya berdasarkan satu ajang kejuaraan saja, tetapi ada beberapa kejuaraan atletik sepanjang tahun ini yang juga diakui PB PASI Pusat sebagai ajang kualifikasi PON.
Sekretaris umum (sekum) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumut, Suharjo mengatakan banyaknya event yang jadi ajang PraPON untuk Cabor atletik merupakan keuntungan.
Karena itu ajang Prapon tersebut harus dimanfaatkan oleh para atlet khususnya bagi yang belum mencapai limit PON.
"Ajang PraPON ada banyak, ada nanti Kejurnas di Jakarta bulan Agustus, ada Jateng Open, Kejurnas PPLM di Jakarta, rencana juga Bangka-Belitung Open bulan 12, Dalam waktu dekat ini (April), Porwil Sumatera, termasuk Borobudur Maraton di bulan 9 untuk kualifikasi Maraton, juga ada Kejurnas atletik antar PPLP yang memang khusus anak PPLP di Babel," ujarnya, Selasa (23/4/2019).
Suharjo juga mengatakan, pada berbagai ajang PraPON tahun ini pihaknya menargetkan minimal 8 orang atletnya mampu lolos ke PON Papua tahun depan. Sampai saat ini, sudah ada 4 orang atlet yang lolos, karena itu berdasarkan target awal tinggal 4 orang atlet lagi yang diharapkan memenuhi target minimal pengprov PASI Sumut.
"Tinggal cari dana bagaimana berangkat ke event-event tersebut, itu saja. Sementara yang lolos 4 limit PON, Pretty, Agustina, Welman, dan Hafiz. Mudah-mudahan 8," ungkapnya.
Lebih lanjut kata Suharjo, PASI Sumut juga turut mendorong atlet lainnya untuk bisa berlomba menembus limit PON sehingga bisa ikut bertanding ke Papua. Jika bisa lolos maka para atlet tersebut juga nantinya akan turut diboyong untuk berlaga di PON Papua tahun 2020.
"Atlet harus punya motivasi yang tinggi. Kalau atlet gak punya motivasi gak usah latihan dia. Harus kita tanamkan begitu, apalagi di atletik sudah bisa dia berhitung kemampuan dia dengan orang lain," katanya.
Butuh Sponsor
Sekretaris umum PASI Sumut, Suharjo mengatakan pihaknya mengajak para sponsor maupun donatur untuk mendukung pendanaan bagi para atlet Sumut yang akan berlaga di berbagai ajang kualifikasi PON.
Menurutnya dengan banyaknya sponsor maka dana pembinaan atlet akan semakin dimaksimalkan. Hasilnya tentu akan membuat atlet semakin banyak yang bisa mampu berprestasi diberbagai kejuaraan.
"Sponsor kita saat ini kan Bank Sumut, kalau ada perusahaan lain yang berminat berpartisipasi tidak masalah," ujarnya.
Lebih lanjut kata Suharjo, pembinaan olahraga khususnya untuk Cabor atletik saat ini memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Karena itu dia juga berharap sponsor akan turut menjadi penopang yang kuat bagi pengprov PASI Sumut dalam melahirkan atlet , membina atlet serta menghasilkan atlet berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia khususnya Sumatera Utara.
"Termasuk dalam mengikuti berbagai kejuaraan juga membutuhkan dana untuk para atlet. Jadi kalau ada yang ngasih bantuan gak mungkin kita tolak," tandasnya.
(cr11/Tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/suharjo.jpg)