Segera Gantikan Bupati Taufan Gama, Wabup Surya: Dia Berharap Pemimpin Asahan Religius

Wakil Bupati Asahan, Surya yang hadir di TPU menceritakan kesannya tentang Taufan yang selama ini menjadi pasangannya dalam memimpin Kabupaten Asahan.

Segera Gantikan Bupati Taufan Gama, Wabup Surya: Dia Berharap Pemimpin Asahan Religius
Tribun Medan/M Andimaz Kahfi
Wakil Bupati Asahan H Surya saat pemakaman Bupati Asahan di Medan, Selasa (23/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Jenazah Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang telah dimakamkan di TPU Muslim Kayu Besar di Jalan Thamrin, Medan, Selasa (23/4/2019).

Wakil Bupati Asahan, Surya yang hadir di TPU menceritakan kesannya tentang Taufan yang selama ini menjadi pasangannya dalam memimpin Kabupaten Asahan.

Menurut Surya merupakan sosok yang rajin, rapi dan perhatian kepada staf.

"Dia itu sosok yang menjadi panutan bagi kami. Dia meninggal karena sakit jantung," kata Surya di TPU Muslim Kayu Besar Medan, Selasa (23/4/2019).

Surya mengaku salut dengan Taufan karena walaupun kondisi kesehatannya kurang baik, bupati Asahan dua periode itu tetap bekerja. Dokter sempat mengingatkan agar dia lebih banyak beristirahat. Namun dia tak menghiraukan ucapan dokter. 

Baca: Edy Rahmayadi dan Ijek Ceritakan Kenangannya Bersama Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang

Baca: VIDEO: Hormat Terakhir untuk Bupati Asahan Taufan Gama Simatupang, Dibawa ke Medan untuk Dimakamkan

Baca: Wakil Bupati Surya Berharap Minimal 80 Persen Warga Asahan Ikut Memilih

"Dia biasa kontrol pada hari Kamis dan Minggu pulang. Dia sering bilang 'aku masih bisa kok bekerja'. Makanya salut aku, gigih dia bekerja keras," ujar Surya.

Menurut Surya, semua anak almarhum di sekolahkan di pesantren. Mulai dari TK, SD, SMP dan SMA di Pondok Pesantren Daar Al Uluum Asahan, yang merupakan pesantren miliknya. Pesantren itu menjadi asal usul Taufan mendapatkan panggilan akrab Buya.

"Nah, kecuali anaknya yang terakhir beda. Dia punya cita-cita mau ke SMA Taruna di Magelang."

Surya menceritakan salah satu bukti Taufan Gama Simatupang punya tekad kuat adalah pembangunan Masjid Agung Ahmad Bakrie Kisaran.

Awalnya pembangunan di tahun 2006 sewaktu dia Plt Bupati. Tapi setelah pergantian pimpinan sempat tersendat programnya. Maka periode pertama tahun 2010 menjadi Bupati, dia bilang bagaimanapun harus jadi.

Halaman
12
Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved