Dalam Sehari 37 Pembangkang Dipancung Arab Saudi, Mayatnya Dipertontonkan pada Umum, Ini Tujuannya

"Mereka tidak perlu melakukan eksekusi terhadap orang-orang ini, namun ini dilakukan di tengah gelombang tekanan Amerika terhadap Iran." katanya.

Dalam Sehari 37 Pembangkang Dipancung Arab Saudi, Mayatnya Dipertontonkan pada Umum, Ini Tujuannya
DOK
Dalam Sehari 37 Pembangkang Dipancung Arab Saudi, Mayatnya Dipertontonkan pada Umum, Ini Tujuannya. Bendera Arab Saudi 

Dalam Sehari 37 Pembangkang Dipancung Arab Saudi, Jasad Dipertontonkan pada Umum, Ini Tujuannya

TRIBUN-MEDAN.COM - Arab Saudi telah melaksanakan hukuman pemenggalan kepala terhadap 37 warga mereka yang kebanyakan adalah penganut Shiah dalam eksekusi massal di negeri itu karena kejahatan yang berhubungan dengan terorisme.

Setelah pemenggalan kepala, jasad dan kepala salah satu anggota kelompok ekstrim Sunni juga digantung di sebuah tiang sebagai peringatan untuk yang lain.

Eksekusi ini diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan sektarian dan regional antara Arab Saudi dan Iran.

Seorang pembangkang Saudi Ali al-Ahmed, yang mengelola badan bernama Gulf Institute di Washington mengatakan bahwa 34 orang yang dipenggal adalah penganut Shiah berdasarkan nama-nama yang diumumkan oleh Departemen Dalam Negeri Saudi.

"Ini adalah eksekusi terbesar terhadap kelompok Shiah dalam sejarah Saudi," kata al-Ahmed.

Lembaga HAM Amnesty International juga mengukuhkan bahwa mayoritas yang dieksekusi adalah pria dari kelompok Shiah.

Lembaga tersebut mengatakan bahwa mereka dinyatakan bersalah setelah berlangsung 'pengadilan yang tidak benar' karena pengakuan saksi dan terdakwa didapat lewat cara penyiksaan.

Ini adalah eksekusi terbesar yang dilakukan dalam waktu satu hari di Arab Saudi sejak 2 Januari 2016.

Ketika itu, Saudi mengeksekusi 47 orang juga dalam kasus berkenaan dengan terorisme, dalam eksekusi terbesar yang pernah dilakukan oleh pihak berwenang Saudi sejak tahun 1980.

Halaman
123
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved