Selalu Dilaporkan Defisit, Pemerintah Akan Naikkan Iuran BPJS Kesehatan Untuk Peserta PBI

Pemerintah masih melakukan pembahasan usul menaikkan tarif iuran BPJS Kesehatan untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)

Selalu Dilaporkan Defisit, Pemerintah Akan Naikkan Iuran BPJS Kesehatan Untuk Peserta PBI
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubukpakam, Rita Masyita Ridwan ketika melayani warga yang datang ke kantor BPJS Kesehatan Tebing Tinggi Kamis, (5/7/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemerintah masih melakukan pembahasan usul menaikkan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Selama ini, untuk golongan terendah iurannya Rp23 ribu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani, usai rapat kabinet paripurna di Istana Bogor mengatakan akan menaikkan iuran peserta PBI menjadi lebih tinggi lagi.

"Kenaikan itu berdasarkan audit dari BPKP," kata Sri Mulyani, Selasa (23/4/2019).

Kenaikan ini tidak terlepas dari defisit BPJS Kesehatan. Bahkan untuk membantu itu, pemerintah sudah membayarkan Rp8,4 triliun pada Januari 2019 lalu.

Sementara itu Menteri Kesehatan Nila Moeloek usai rapat mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Nila menegaskan bahwa pembahasan tersebut masih berlangsung dan belum diputuskan.

"Masih dibahas, salah satu defisit kendalanya dari iuran," ujar Nila di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/4).

Tidak hanya menaikkan iuran, usulan tersebut juga akan menaikkan jumlah peserta PBI. Usulan dari Kementerian Keuangan (Kemkeu) tersebut dilakukan untuk mengatasi defisit yang dialami BPJS Kesehatan.

Asal tahu saja, selama ini BPJS Kesehatan mengalami defisit akibat pengeluaran yang lebih besar. Sebelumnya berdasarkan keterangan BPJS Kesehatan, penerimaan rata-rata per bulan dari iuran sebesar sebesar Rp 6,5 triliun hingga Rp 7,5 triliun.

Sementara pengeluaran BPJS Kesehatan tiap bulan bisa mencapai Rp 8 triliun. Selain masalah iuran, Nila juga bilang mengenai pengaturan pemanfaatan BPJS Kesehatan.

Halaman
123
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved