Trimedya Panjaitan Optimis Tetap Duduk di Senayan Bareng Mantan Cawagub Sumut, Sihar Sitorus
Tidak hanya itu, dirinya juga yakin bahwa rekan satu partainya yaitu Sihar Sitorus juga akan mendapatkan jatah kursi dewan, Rabu (24/4/2019).
Penulis: Satia |
Trimedya Panjaitan Optimis Tetap Duduk di Senayan Bareng Mantan Cawagub Sumut, Sihar Sitorus
TRIBUN MEDAN.com-Ketua DPP Partai PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan yakin bisa merebut kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada periode 2019-2024.
Tidak hanya itu, dirinya juga yakin bahwa rekan satu partainya yaitu Sihar Sitorus juga akan mendapatkan jatah kursi dewan, Rabu (24/4/2019).
Diketahui, Keduanya sama-sama berasal dari daerah pemilihan Sumut II yang meliputi kabupaten/kota di kawasan Toba, Labuhan Batu Raya, Kepulauan Nias dan Tapanuli bagian selatan.
"Dapat dua kursi dari dapil Sumut II, saya sama Sihar," ujar Trimedya, seusai menghadiri pelantikan tiga bupati baru di Sumut di kantor Pemprov Sumut, kemarin.
Akan tetapi, dirinya tidak menyebutkan berapa banyak perolehan suara yang berhasil dikumpulkan tim dan partainya.
Dikatakannya, pada pemilu kali ini terjadi lonjakan perolehan suara PDIP lebih drastis dari partai lainnya.
BABAK BARU VANESSA ANGEL, Artis VA Siap Diadili Hakim dan Buka-bukaan Banyak Hal Hari Ini
Pesan AHOK BTP pada Ima Mahdiah Bikin Baper, Diprediksi Mantan Staf Ahok Lolos ke DPRD DKI
Capres Jokowi-Maaruf Peroleh 92 Persen Suara di Karo, Partai PDIP bisa Dudukkan 8 Anggota di DPRD
Kemudian, Faktor lainnya, kata Trimedya yang masih menjabat anggota Komisi III DPR RI, juga tidak terlepas dari kinerja Jokowi.
Sebagai kader PDIP, kinerjanya yang baik dalam membangun dan memimpin negara akan berimbas kepada partai. Partai secara akumulasi merasakan coat tail effect (efek ekor jas) dari kepemimpinannya.
"Jadi ada tiga pilar yang bekerja membesarkan PDIP; anggota legislatif, eksekutif (kepala-kepala daerah) dan pengurus partai," tegas Trimedya.
Ayo ke Museum Uang Sumatera, Ada Ribuan Uang Kuno Koleksi Saparudin Barus, TONTON VIDEO. .
Berusia 27 Tahun Wabup Jimmy Raja Napogos Tak Gentar Hadapi Bawahan Berumur, Tegaskan Antikorupsi
Ikuti Kejuaran Dunia Angkat Berat di Hungaria, Lifter Putri NPC Berdarah Batak Minta Doa Warga Sumut
Hingga sampai dengan saat ini, pihaknya masih menunggu keputusan real count yang akan dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Tim Sihar Sitorus Laporkan Kecurangan di Tapteng
Setelah melakukan investigasi kecurangan pemilu di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tim Hukum Sihar P. H Sitorus, Celeg PDI Perjuangan dari Dapil Sumut 2, melaporkan temuannya ke Bawaslu Tapanuli Tengah, Selasa (23/4/2019).
Saat membuat laporan, Tim Hukum Sihar Sitorus membawa 20 saksi yang melihat dan merasakan kecurangan pemilu yang terjadi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di berbagai Kecamatan di Tapanuli Tengah.
Tim Hukum SIhar Sitorus didampingi oleh DPC PDI Perjuangan Tapanuli Tengah dan DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara saat melapor ke Bawaslu Tapteng.
Dalam laporanya Tim Hukum Sihar Sitorus menyampaikan bukti-bukti kecurangan, berupa video yang viral di media sosial, dan juga pengakuan dari masyarakat yang hak suranya dihilangkan.
"Kita sudah laporkan kecurangan yang terjadi ke Bawaslu Tapteng. 20 orang saksi pelapor mengisi form laporan pengaduan di Bawaslu. Lalu kita terima Tanda Bukti Penerimaan Laporan. Setelah nanti dicek oleh Bawaslu lalu akan dipanggil untuk sidang klarifikasi," ujar Dame Tobing, Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Selasa (23/4/2019).
Terpisah Sarluhut Napitupulu, Sekretaris Tim Pemenangan Sihar Sitorus menjelaskan bahwa laporan tersebut juga sudah mereka sampaikan ke Bawaslu Sumut.
"Bawaslu Sumut akan ke Tapanuli Tengah, untuk mengusut kecurangan ini. Mereka akan merekomedasikan pemilu ulang di daerah yang terbukti ada kecurangan," ujar Sarluhut.
Sebelumnyua sejumlah partai politik juga melaporkan kecurangan Pemilu 2019 di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif ke Bawaslu.
Mereka mendesak dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) di seluruh tempat pemungutan suara (TPS).
Parpol yang telah mengirimkan laporan itu antara lain Partai Perindo, Golkar, PSI, PKPI, dan Partai Garuda, PDI Perjuangan dan beberapa Caleg.
Kecurangan Pemilu yang Dilaporkan Tim Hukum Sihar Sitorus
Tim Hukum Sihar Sitorus melakukan investigasi terkait kecurangan pemilu di Kecamatan Desa Kedai Gedang, Gabo-gabo, Barus, Sigolang dan Andam Dewi.
"Berdasarkan informasi yang diperoleh dari para saksi yang bertugas di TPS, Tim Hukum Sihar Sitorus mendapati kecurangan hampir di semua TPS," ujar Sarluhut Napitupulu, Sekretaris Tim Pemenangan Sihar Sitorus, Senin (22/4/2019)
Lanjut Sarluhut adapun kecurangan-kecurangan tersebut adalah:
- Aparat perangkat desa dijadikan anggota KPPS dan Panwas
- KPPS dan anggotanya melakukan pencoblosan dan memasukkan Surat Suara (jumlahnya banyak) ke kotak suara untuk Caleg Nasdem (Delmaria)
- Petugas KPPS dan anggotanya merampas surat suara yang sudah dipegang oleh pemilih dan mencoblosnya serta memasukkan surat suara yang dirampas (setelah dicoblos) ke kotak suara
- Bupati Tapteng aktif datang ke TPS-TPS dan mengusir saksi-saksi yang disertai ancaman sehingga KPPS dan anggotanya berani terang-terangan melakukan pelanggara/kecurang tersebut
- Petugas keamanan TNI/Polri tidak ada di lokasi pada waktu berjalannya proses pemilu
- Ada juga KPPS yang terang-terangan mengarahkan yang harus dicoblos
- Surat suara yang dicoblos atas nama Sihar Sitorus (PDIP) dipaksakan dibaca sebagai suara Delmaria (Nasdem)
- Surat Suara DPR RI dibuka tapi tidak ditunjukkan kepada masyarakat, tapi langsung disebut Delmaria.
Kata Sarluhut, atas kejadian tersebut masyarakat maupun saksi tidak berani melapor kepada Panwas karena takut diancam atau di celakai.
"Ada yang melapor hanya lisan tapi tidak digubris dengan tidak adanya Petugas Keamanan, maka terkesan KPPS dan Anggotanya di beri peluang untuk melakukan kecurangan," ujarnya.
"KPPS dan Anggotanya sangat nyaman melakukan kecurangan tersebut, seperti tidak takut terhadap apapun atau Kebal Hukum," lanjutnya.(*)
Video Kecurangan Pemilu di Tapanuli Tengah
Sementara itu, data penghitungan suara pilpres yang dimuat dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara(Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus bergerak.
Data tersebut ditampilkan pada portal pemilu2019.kpu.go.id. hingga Senin (22/4/2019) pukul 08.15, data yang masuk mencapai 113.158 TPS dari total 813.350 TPS. Jika dipersentasekan, jumlah tersebut baru mencapai 13,91 persen.
AHOK - Caleg Mantan Staf Ahok BTP Dikabarkan Lolos ke DPRD DKI Jakarta, Postingan Ima Mahdiah
Dalam Sehari 37 Pembangkang Dipancung Arab Saudi, Mayatnya Dipertontonkan pada Umum, Ini Tujuannya
Hasil Situng sementara ini menunjukkan, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul dengan 54,89 persen suara.
Sementara paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan 45,11 persen suara.
Data Masuk 100% Real Count KPU, NasDem Borong Kursi DPRD Kota Sibolga, Sumut
Hari Pertama jadi Bupati Dairi, Eddy Berutu Langsung Bekerja hingga Terima Curhatan Soal Listrik
Sementara ini, Jokowi-Ma'ruf unggul di sejumlah provinsi, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, dan Papua.
Prabowo-Sandi sementara ini unggul di Sumatera Barat, Jambi, Aceh, Banten, dan Nusa Tenggara Barat (NTB)
(cr19/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kampanye-akbar_20180429_231737.jpg)