Anak Mantan Bupati Batubara Senyum saat Disinggung 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Rico tersenyum saat disinggung ini yang kedua kalinya masuk penjara dengan kasus yang sama.

Anak Mantan Bupati Batubara Senyum saat Disinggung 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Terdakwa OK M Kurnia Aryeta usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Siantar, Kamis (25/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - OK M. Kurnia Aryetta (32) alias Rico anak kandung dari mantan Bupati Batubara, OK Arya, menjalani sidang tuntutan kasus narkoba di Pengadilan Negeri Kota Pematangsiantar, Kamis (25/4/2019).

OK Kurnia tampak santai mengikuti proses persidangan agenda tuntutan. Rico yang tidak ditemani keluarga mengaku dalam kondisi sehat. Sidangnya juga tidak begitu lama, hanya berlangsung sekitar 10 menit.

Saat diwawancarai tribun-medan.com usai sidang, OK Kurnia tidak lagi terlihat marah. Ia tersenyum saat ditanya beberapa pertanyaan saat hendak naik ke mobil tahanan usai dituntut sembilan tahun penjara.

Ia tersenyum saat disinggung ini yang kedua kalinya masuk penjara dengan kasus yang sama. Pun saat ditanya tidak ada keluarga yang datang menemani, OK Kurnia hanya tersenyum.

Baca: Bebas Bersyarat, Anak OK Arya Ditangkap Lagi Kasus Sabu, Kerap Dikunjungi Perempuan Muda

Baca: Bupati Korup Peluk Cium Istri Usai Vonis, OK Arya Dihukum 5 Tahun 6 Bulan dan Ganti Rugi Rp 5,9 M

Pria berkulit putih ini juga menyatakan telah mengajukan pledoi atau pembelaan atas tuntutan yang diterima.

"Iya (ini yang kedua kalinya). Ya, kami pledoi," katanya tersenyum sembari melambaikan tangan sebagai tanda tidak ingin lagi diwawancarai.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firdaus Maha menuntut terdakwa dengan Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman kurungan sembilan tahun. Jaksa membacakan tuntutan di depan hakim yang dipimpin Rosihan Rangkuti.

"Menyatakan OK M. Kurnia Aryeta alias Rico terbuki bersalah melakukan tindak pidana memiliki narkotika golongan I bukan tanaman sebagaimana diatur dalam Pasal 112 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009,"ujar Jaksa Penuntut Umum Firdaus Maha.

Penasihat hukum terdakwa Erwin Purba mengaku telah mengajukan pledoi atau pembelaan. Menurut Erwin, terdakwa harus dikenakan Pasal 127 atau pemakai bukan Pasal 112. Katanya, berdasarkan barang bukti, polisi hanya menemukan 0,28 gram sabu dan alat hisap sabu.

"Kalau dari segi barang bukti yang relatif kecil 0,28 gram. Di bawah 1 gram itu dikenakan sebagai pemakai,"katanya.

Erwin menambahkan terdakwa juga ditangkap polisi 30 menit setelah menghisap sabu bersama rekannya Rijal. Saat disinggung terdakwa OK M. Kurnia sudab dua kali masuk penjara karena kasus narkoba, Erwin mengatakan tidak tahu.

"Kalau masalah dua kalinya, saya tidak tahu dua kali atau tidak. Pokoknya kita arahkan ke Pasal 127. Lain hal satu hari selesai memakai baru ditangkap, bisalah Pasal 112. Di situ ditangkap baru memakai seharusnya dia ke 127 pemakai,"katanya.

Seperti diketahui, OK Kunia ditangkap Satres Narkoba Polres Siantar pada 29 Oktober 2018. OK Kurnia ditangkap saat mengendarai sepeda motor di Jalan MH Sitorus. Saat penangkapan, OK Kurnia masih berstatus bebas bersyarat. Usai menjalani kuruangan satu setengah tahun lebih di Lapas Tanjunggusta Medan.(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved