Foto-Foto dan Pesan Prabowo di HUT Kopassus Ke-67, Penampilan Pengawalnya Jadi Sorotan

Prabowo Subianto menghadiri HUT Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang digelar di Markas Kopassus, Cijantung.

Foto-Foto dan Pesan Prabowo di HUT Kopassus Ke-67, Penampilan Pengawalnya Jadi Sorotan
ISTIMEWA
Capres Prabowo Subianto menghadiri acara HUT Kopassus 

Selain atraksi debus, para prajurit juga menampilkan berbagai keterampilan lain seperti atraksi pawang ular berbisa, memecahkan tembok dengan kepala dan tangan, hingga memperlihatkan kemampuan menembak jitu.

Kemudian dilanjutkan dengan unjuk keterampilan prajurit Kopassus.

Seperti keterampilan prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) memecahkan 67 balok beton.

Juga pertarungan bebas Mixed Martial Arts (MMA) yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri prajurit.

Penampilan Prabowo dan penampilan pengawalnya jadi sorotan netizen hingga ramai dibagikan ke grup-grup media sosial facebook.

Ingat Masa Muda

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengenang masa lalunya saat menjadi anggota Kopassus dimana dia masih muda dan terlihat masih kurus.

Prabowo bahkan sempat berkelakar saat diwawancarai wartawan seusai menghadiri peringatan HUT ke 67 Kopassus di markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019).

Awalnya, dia mengungkapkan rasa bangganya dengan kualitas para prajurit Kopassus saat ini. Menurut mantan Komandan Jenderal Kopassus itu, kualitas prajurit masih sangat tinggi.

Ia mengaku terpukau dengan keterampilan tempur hingga bela diri yang ditunjukkan saat acara peringatan HUT Kopassus.

Kemudian seorang wartawan menanyakan perasaan Prabowo saat menyaksikan pertunjukkan keterampilan prajurit Kopassus.

Prabowo mengatakan, dirinya sempat teringat saat masih muda dan menjadi prajurit. Saat itu, kata dia, tubuhnya masih kurus.

"Iya, ingat masa muda. Ingat masa masih agak kurus," ucapnya sambil tertawa.

Capres Prabowo Subianto di acara HUT Ke-67 Kopassus di Cijantung
Capres Prabowo Subianto di acara HUT Ke-67 Kopassus di Cijantung (ISTIMEWA)

Dalam kesempatan itu Prabowo berpesan agar prajurit Kopassus tetap mempertahankan kemampuan. Selain itu, ia juga meminta Kopassus selalu setia kepada negara dan bangsa.

"Pertahankan kemampuan. Selalu setia kepada negara dan bangsa," kata Prabowo.

Selama prosesi acara peringatan, Prabowo duduk di barisan paling depan bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Komandan Jenderal Kopassus Mayjen I Nyoman Cantiasa dan tiga Kepala Staf TNI.

Selain Prabowo hadir pula mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, mantan Kasum TNI Suryo Prabowo dan mantan Kepala BIN Hendropriyono.

Peringatan HUT Kopassus diawali dengan apel bersama yang dipimpin oleh Panglima TNI.

Setelah itu dilanjutkan dengan unjuk keterampilan prajurit Kopassus.

Dalam HUT Kopassus kali ini juga ditunjukkan keterampilan prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) memecahkan balok beton berjumlah 67.

Selain itu ada pula pertunjukkan pertarungan pertarungan bebas MMA (Mixed Martial Art) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kepercayaan diri prajurit.

Capres Prabowo Subianto turut menghadiri acara HUT Ke-67 Kopassus di Cijantung
Capres Prabowo Subianto turut menghadiri acara HUT Ke-67 Kopassus di Cijantung (ISTIMEWA)

Karir Militer

Mengutip Wikipedia, Prabowo mengawali karier militernya di TNI Angkatan Darat pada tahun 1974 sebagai seorang Letnan Dua setelah lulus dari Akademi Militer di Magelang.

Dari tahun 1976 hingga 1985, Prabowo bertugas di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), pasukan khusus Angkatan Darat pada saat itu. 

Salah satu penugasan pertamanya adalah sebagai komandan pleton pada Grup I/Para Komando yang menjadi bagian dari pasukan operasi Tim Nanggala di Timor Timur. 

Berusia 26 tahun, Prabowo merupakan salah satu komandan pleton termuda dalam operasi tersebut. Ia berperan besar dalam memimpin sebuah misi penangkapan terhadap Nicolau dos Reis Lobato, pemimpin Fretilin yang pada saat Operasi Seroja menjabat sebagai Perdana Menteri. 

Dengan bantuan adiknya sendiri Antonio Lobato, kompi Prabowo menemukan Lobato di Maubisse, sebuah kota kecil lima puluh kilometer di selatan Dili. 

Ia tewas tertembak di perut saat bertempur di Lembah Mindelo pada 31 Desember 1978; salah satu peristiwa yang menandai berakhirnya perlawanan terbuka Fretilin terhadap invasi militer Indonesia dan bermulanya pendudukan militer atas bekas wilayah jajahan Portugal tersebut. 

Pada tahun 1983, Prabowo telah menjabat sebagai wakil komandan pada Detasemen Khusus 81 (Penanggulangan Teror) di Kopassandha.

Pada tahun 1985, Prabowo menjadi wakil komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 (Yonif Para Raider 328/Dirgahayu), pasukan para raider di Kostrad. 

Dua tahun kemudian, setelah menamatkan pelatihan Special Forces Officer Course di Fort Benning ia menjadi komandan batalyon tersebut; jabatan yang dijabatnya selama tiga tahun. 

Pada 1991, ia menjabat sebagai kepala staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 (Brigif Para Raider 17/Kujang I), yang bermarkas di Cijantung. 

Dalam kapasitas itu, Prabowo yang saat itu telah berpangkat letnan kolonel terlibat dalam operasi pemburuan dan penangkapan Xanana Gusmao, salah satu tokoh pemimpin gerilyawan Fretilin.

Pada tahun 1993, Prabowo kembali ke pasukan khusus, yang kini dinamai Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Ia diangkat menjadi komandan Grup 3/Sandi Yudha, salah satu komando kontra-insurjensi Kopassus. Ia seterusnya menjabat sebagai wakil komandan komando dan komandan komando, di bawah kepemimpinan Brigadir Jenderal Agum Gumelar dan Brigadir Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo.

Komandan Jenderal Kopassus

Pada bulan Desember 1995, Prabowo diangkat sebagai komandan jenderal Kopassus dengan pangkat mayor jenderal. Sebagai komandan jenderal, salah satu tugas pertama Prabowo adalah operasi pembebasan sandera Mapenduma. 

Kopassus, terutama Sat-81/Gultor yang pernah dipimpin langsung oleh Prabowo, memiliki pengalaman dalam menangani operasi pembebasan sandera; yang paling dikenang adalah keberhasilan menyelamatkan penumpang Garuda DC-9 Woyla di Bangkok pada 1981. 

Operasi ini berhasil menyelamatkan sepuluh dari dua belas orang peneliti yang tergabung dalam ekspedisi Lorentz 95 dan diculik oleh gerilyawan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Meskipun diwarnai oleh insiden penembakan komandan Sat-81 oleh anak buahnya sendiri, namun operasi ini dianggap berhasil menyelamatkan nyawa para peneliti yang berkebangsaan Indonesia, Inggris, Belanda, dan Jerman.

Pada 26 April 1997, tim pendaki Indonesia yang terdiri atas anggota Kopassus, Wanadri, FPTI, dan Mapala UI berhasil menaklukkan puncak Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia, dan mengibarkan bendera Merah Putih di sana. Misi ini didukung dan diprakarsai langsung oleh Prabowo sebagai komandan jenderal Kopassus.

Panglima Kostrad

Pada 20 Maret 1998, Prabowo diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, jabatan yang pernah disandang ayah mertuanya Presiden Soeharto. 

Pengangkatan ini terjadi hanya sepuluh hari setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat memilih Soeharto untuk periode kelima sebagai presiden.

Sebagai panglima Kostrad, Prabowo membawahi sekitar sebelas ribu pasukan cadangan ABRI. Sebagai panglima, Prabowo meminta Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Wiranto agar diizinkan untuk menggerakkan pasukan cadangannya dari luar Jakarta untuk membantu meredam kerusuhan Mei 1998. 

Meskipun permintaan ini kemudian ditolak oleh Wiranto, Prabowo diduga menerbangkan ratusan orang yang telah dilatih oleh unit-unit Kopassus di bawah pengawasannya di Timor Leste dari Dili menuju Yogyakarta, kemudian menuju Jakarta menggunakan kereta api. 

Menurut beberapa sumber, Prabowo juga dimintai pertolongan oleh Mayor Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima Komando Operasi Jakarta Raya, untuk ikut mengirimkan pasukannya untuk mengamankan ibu kota. Permintaan ini dipenuhi oleh Prabowo dengan mengirimkan serdadu Kostrad untuk mengamankan beberapa bangunan penting, seperti rumah dinas Wakil Presiden B.J. Habibie di Kuningan. (*)

Sumber Awal Baca: Prabowo Kenang Masa Saat Jadi Danjen Kopassus: Ingat Muda, Saat Masih Agak Kurus

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved