Perbukitan Botak, Hati-hati Jalan Lingkar Samosir Sigarantung-Tomok Rawan Longsor

Seperti dulu pernah longsor melumpuhkan jalur menuju Tomok dan dari arah Onanrunggu.

Perbukitan Botak, Hati-hati Jalan Lingkar Samosir Sigarantung-Tomok Rawan Longsor
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Jalan Lingkar Samosir tepatnya di Desa Sigarantung, Kecamatan Simanindo, Samosir membahayakan. Kondisi tebing dan perbukitan botak dari pepohonan, Kamis (25/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN. COM, SAMOSIR - Jalan Lingkar Samosir tepatnya di Desa Sigarantung, Kecamatan Simanindo, Samosir mulai membahayakan.

Amatan Tribun, kondisi tebing dan pebukitan seakan jatuh menutup badan jalan, Kamis (25/4/2019).

Situmorang, warga Sigarantung mengatakan tebing-tebing tersebut sewaktu-waktu bisa longsor, apalagi saat musim penghujan. Seperti yang terjadi, Oktober 2018 lalu longsor pernah mengakibatkan jalan tertutup.

"Seperti dulu pernah longsor melumpuhkan jalur menuju Tomok dan dari arah Onanrunggu. Longsor yang telah berulang-ulang terjadi itu mengakibatkan pengendara mengantri",ujarnya. 

Amatan Tribun, tebing di atas badan jalan mulai menimbun bahu alan. Kondisi tebing juga sangat curam.

Terpantau, di sisi lain pengerjaan jalan terkesan asal jadi. Tebing-tebing tidak pernah ditembok untuk menahan longsor.
Sementara itu, sisi badan jalan sebelah jurang selalu digilas menggunakan situmalas. Padahal tidak diberi tembok penahan atau bronjong, sehingga material kerikil terbuang begitu saja digerus air. Drainase juga tidak benar dan selalu mengiikis dinding tebing.

Sisi jalan tampak ditimbun memakai kerilkil, meski material kerikil selalu terbuang ke jurang. Sementara pepohonan tidak tampak ditanami untuk mengatasi longsor dalam waktu jangka panjang.

Terpantau jalan nyaris terputus, dan sisi jalan longsor karena tidak ada tembok penahan. Sementara  timbunan tanah liat dan dudukan aspal tidak padat.

Sementara itu, sepanjang jalan Simanindo menuju Tuktuk minim lampu penerangan, meski kondisi jalan sangat mulus. Medan jalan banyak tikungan serta tidak ada lampu jalan untuk menerangi pada malam hari.

Pengguna  jalan yang melintas pada malam hari bias terjebak apabila tidak hati-hati, karenanya pengendara hendaknya berhati-hati bila melintas terlebih pada malam hari.

Roma Sinaga yang juga sedang melintas mengaku resah atas kondisi jalan itu. Apalagi, jalan tersebut merupakan akses utama penghubung antar kecamatan ke pelabuhan-pelabuhan besar seperti Dermaga KMP Sumut di Simanindo, juga Dermaga KMP Tao Toba di Tomok.

(jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved