Sedang Hamil, Istri Pelaku Bom Paskah Sri Lanka Ledakkan Diri, Dua Anaknya dan Tiga Polisi Tewas

"Dia terkenal di daerah itu karena banyak membantu orang miskin dengan makanan dan uang. Tidak terpikirkan anak-anaknya bisa melakukan itu."

Sedang Hamil, Istri Pelaku Bom Paskah Sri Lanka Ledakkan Diri, Dua Anaknya dan Tiga Polisi Tewas
ABC/Eric Tlozek
Sedang Hamil, Istri Pelaku Bom Paskah Sri Lanka Ledakkan Diri, Dua Anaknya dan Tiga Polisi Tewas. Rumah mewah pelaku bom Paskah Sri Lanka yang sudah menewaskan 359 orang dan melukai 500 orang. 

Sedang Hamil, Istri Pelaku Bom Paskah Sri Lanka Ledakkan Diri, Dua Anaknya dan Tiga Polisi Tewas 

TRIBUN-MEDAN.COM - Mirip bom Sibolga, di mana istri pelaku bom Abu Hamzah alias Husein, meledakkan diri  saat digerebek polisi, peristiwa serupa juga terjadi pada pelaku Bom Paskah Sri Lanka yang menewaskan 359 orang.

Istri pelaku pemboman di Sri Lanka yang sedang hamil meledakkan rompi bom bunuh diri ketika polisi menggerebek rumah keluarga kaya tersebut pasca serangan teror pada Minggu Paskah dan membunuh anak-anaknya sendiri.

Satu lagi pembom bunuh diri di balik serangkaian serangan mematikan yang menewaskan 359 orang dan melukai 500 orang pada hari Minggu Paskah diketahui pernah belajar di Australia sebelum kembali untuk menetap di Sri Lanka.

Abdul Lathief Jameel Mohamed tercatat pernah belajar di Inggris sebelum melakukan studi pascasarjana di Melbourne.

Wakil menteri pertahanan Sri Lanka Ruwan Wijewardene mengatakan pada konferensi pers hari Rabu (24/4/2019) bahwa sebagian besar pelaku bom bunuh diri berpendidikan baik dan dari keluarga kaya.

Beberapa memiliki gelar sarjana hukum, dan semuanya adalah orang Sri Lanka, tambahnya.

'Saudara kandung'
Dua saudara lelaki di tengah rencana serangkaian serangan bom bunuh diri ini adalah anak-anak dari seorang pedagang rempah yang kaya, dan rumah putih mereka yang luas adalah salah satu yang paling mencolok di pinggiran tempat mereka tinggal.

Salah satu dari mereka, Inshaf Ibrahim, seorang pemilik pabrik tembaga di usia 30-an, diyakini merupakan dalang dari rencana serangan bom pada Minggu Paskah tersebut.

Dia meledakkan alat peledaknya di acara sarapan prasmanan yang sibuk di hotel mewah Shangri-La, kata seorang sumber yang dekat dengan keluarga itu.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved