Bikin Cairan Pembersih Mobil dari Sampah Nanas, Mahasiswa Unimed Berjaya di Ajang Internasional

Perwakilan Unimed, Daulat Purba, mengatakan, kompetisi ini sangat ketat dalam penjuriannya.

Bikin Cairan Pembersih Mobil dari Sampah Nanas, Mahasiswa Unimed Berjaya di Ajang Internasional
Daulat_Purba
Tim yang mewakili Unimed dan juga salah satu mahasiswa yang ikut dalam penelitian, Daulat Purba, saat menunjukan sertifikat dan medali emas yang dimenangkan di ajang Indonesia International Invention Festival (I3F) tahun 2019 di Machung University Malang, Jawa Timur. 

TRIBUN-MEDAN.com- Jika pada umumnya kulit dan bonggol dari buah banas tidak memiliki arti atau kegunaan, tapi hal tersebut tidak berlaku bagi mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Medan (Unimed).

Ditangan para mahasiswa tersebut, kulit dan bonggol Nanas berhasil dibuat menjadi Ananas Comocus Car Cleaner (ANCOCC) yaitu cairan pembersih body mobil.

Mereka berhasil membuat produk cairan pembersih body mobil yang kemudian mengantarkan mereka menjadi pemenang di ajang Indonesia International Invention Festival (I3F) tahun 2019 di Machung University Malang, Jawa Timur yang diadakan pada 22 hingga 25 April 2019 lalu.

Karya tersebut berhasil mendapatkan medali emas di ajang yang tidak hanya diikuti peserta dari Indonesia, tetapi juga negara lain seperti Afrika Selatan, Taiwan, Malaysia dan Romania. 

Baca: Keluarga Korban Amukan Massa di Unimed Berharap Tujuh Pelaku DPO Segera Tangkap

Baca: Mengulik Jejak Sejarah Pers Sumatera Utara dari Pemeran Pussis Unimed dan Rumah Sejarah

Baca: Annissa Kamila Mardhiyyah Jadi Mahasiswa Berprestasi USU 2019, Optimis Maju ke Tingkat Nasional

Tim yang mewakili Unimed dan juga salah satu mahasiswa yang ikut dalam penelitian, Daulat Purba, mengatakan, kompetisi ini sangat ketat dalam penjuriannya. 

“Menjadi tantangan bagi kami untuk dapat mempertahankan hasil karya kami. Event seperti ini sangat bagus diikuti, karena menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menggali potensi, mengembangkan ide dan kreatifitas,” ujarnya, Jumat (26/4/2019).

Ia menjelaskan, ide awal produk tersebut karena melihat di Sumatera Utara (Sumut) tepatnya di Desa Sipahutar terkenal sebagai salah satu penghasil Buah Nanas yang cukup banyak dan kenapa tidak mencoba inovasi dengan memanfaatkan limbah dari Nanas tersebut yang dalam hal ini adalah kulit dan bonggolnya.

“Selain itu, alasan lainnya yaitu karena kulit dan bonggol Nanas memiliki alkaloid yang berpotensi sebagai pembasmi jamur.  Karena hal tersebutlah, kemudian kami sangat tertarik untuk melakukan penelitian dengan kulit dan bonggol Nanas untuk kemudian dijadikan sebagai produk cairan pembersih body mobil,” jelasnya.

Ia menuturkan, alasan lain mengapa harus menjadi produk cairan pembersih Body mobil, karena di era revolusi 4.0 ini semakin banyak pengguna mobil di Indonesia dan tentunya membutuhkan produk yang tepat untuk perawatan mobilnya.

“Penelitian untuk produk ini dilakukan selama dua bulan atau tepatnya di bulan Januari lalu dan menggunakan semua jenis kulit dan bonggol dari Buah Nanas,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, selama melakukan penelitian memang ada beberapa kendala yang dialami, hanya saja memang kendala yang paling utama adalah pengambilan kulit dan bonggol Nanas langsung ke Sipahutar karena jaraknya yang cukup jauh. (pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved