Debitur Bermasalah BRI Katamso Deandls Sijabat Ditangkap di Subang, Buron Sejak September

Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian menyebutkan bahwa tersangka telah dijadikan DPO sejak September 2018 lalu.

Debitur Bermasalah BRI Katamso Deandls Sijabat Ditangkap di Subang, Buron Sejak September
Ist
Tersangka korupsi pinjaman BRI sebesar Rp 1,5 miliar, Deandls Sijabat (tangan dibalut kain hijau) saat dibawa oleh Tim Kasipidsus Kejari Binjai di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Jumat (26/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Tim Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai berhasil meringkus tersangka korupsi juga debitur bermasalah di BRI asal Binjai Deandls Sijabat di Kabupaten Subang, Jawa Barat, kemarin, Kamis (25/4/2019).

Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian menyebutkan bahwa tersangka telah dijadikan DPO sejak September 2018 lalu.

"Dia dijadikan DPO setelah kapasitas kasus diubah dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Nah langsung diterbitkan terhadap tersangka ini sampai tiga kali panggilan namun tak diindahkan. Ya sudah, kami langsung menerbitkan DPO sejak September 2018," terangnya kepada Tribun Medan, Jumat (26/11/2019) di Kejati Sumut, Medan.

Ia menyebutkan bahwa terdakwa telah berpindah-pindah tempat selama 7 bulan pelariannya.

"Berpindah-pindahlah alamatnya, awalnya di Medan itu dia kan tinggal di Jalan Bahagia bypass. Hingga akhirnya kinerja dari intelejen Pidsus Kejari Binjai dan akhirnya tertangkap di Jawa Barat," tuturnya.

Sumanggar menjelaskan kasus ini ditangani Kejari Binjai. Tersangka meminjam ke BRI Cabang Pembantu Katamso, Medan sebesar Rp 500 juta‎ pada 2009 dengan jaminan berupa ruko tiga pintu, berlantai dua di Jalan Soekarno-Hatta, Km 18, Binjai Timur.

"Kerugian negara yang dilakukan tersangka ini sebesar Rp 1,5 miliar. Jadi dia mengagunkan CV Deandels dan tiga kali mengambil pencairan Rp 500 juta dan enggak dikembalikan atau dinikmati sendiri," tuturnya.

Sumanggar menyebutkan tersangka akan dijerat dengan pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 jo pasal 18 uu No 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaiamana diubah dengan UU no 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-satu KUHP.

"Nantinya apabila berkas sudah lengkap semua, perkara ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Medan. Dimana ancaman hukuman untuk tersangka ini dengan pasal 2 akan dihukum penjara maksimal 20 tahun dan denda sesuai dengan yang dikorupsinya," pungkas Sumanggar. (vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved