Komisioner KPU RI Ungkap Jumlah Santunan untuk Petugas Yang Meninggal Kawal Pemilu

Kita minta besaran santunan, untuk wafat Rp 36 juta. Jadi kalau misalnya yang sakit itu berkisar dari Rp 8-30 juta.

Komisioner KPU RI Ungkap Jumlah Santunan untuk Petugas Yang Meninggal Kawal Pemilu
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Komisioner KPU RI, Evi Novida Ginting Manik saat berkunjung ke Kota Medan memantau rekapitulasi penghitungan suara di Kecamatan Medan Polonia, Jumat (26/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) Evi Novida Ginting Manik kembali menyambangi Kota Medan untuk melakukan pemantauan rekapitulasi penghitungan suara di Kecamatan Medan Polonia, Jumat (26/4/2019).

Dalam kunjungan itu, Evi didampingi oleh Ketua KPU Sumut Yulhasni, Ketua KPU Medan Agussyah Ramadani Damanik serta Komisioner KPU Medan, Nana Miranti dan M Rinaldi Khair.

Tampak Evi mengenakan celana hitam, pakaian kemeja putih lengan panjang serta jilbab berwarna cream.

"Saat ini semua sedang melakukan rekap. Kita berharap teman-teman Panitia Pengawas Kecamatan (PPK) bisa tetap semangat dan fisiknya bisa dijaga untuk terus melaksanakan rekapitulasi. Sehingga bisa menyelesaikan rekap 5 surat suara yang suara itu untuk semua Kelurahan atau desa yang ada di masing-masing wilayahnya," kata Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting Manik di Kecamatan Medan Polonia, Jumat (26/4/2019).

Untuk di Sumatera Utara, lanjut Evi yang bisa segera melaksanakan rekap di Kabupaten. Dia berharap mudah-mudahan bisa menyusul nanti Pakpak Bharat dan yang lainnya. Tentu kecepatan untuk bisa rekap di kabupaten kota itu sangat bergantung kepada kesiapan di PPK nya.

"Kita harapkan Kota Medan juga bisa segera. Karena Kota Medan ini kan paling besar TPS 6.339 ya dari 21 Kecamatan. Tentu cukup besar jumlah yang harus disiapkan oleh Kota Medan. Mudah-mudahan fisik dan semangatnya teman-teman PPK, tetap terjaga sehingga bisa menyelesaikannya dengan baik dan benar," harap Evi.

Terkait banyaknya korban berjatuhan dalam pengawalan Pemilu, Evi menuturkan bahwa dengan meningkatnya jumlah petugas yang meninggal, apakah itu meninggal karena sakit atau ketika melaksanakan tugas tentu itu menjadi bagian dari pada evaluasi.

"Kami tentu sangat berduka tetapi karena ini masih dalam proses tahapan yang berjalan. Kami minta semua penyelenggara Pemilu tetap fokus untuk menyelesaikan tugas. Tetap jaga semangat, jaga spirit, jaga juga fisik. Karena kita sekarang sudah banyak dibantu oleh Kementerian Kesehatan yang kemudian juga di pemerintah Pemerintah Daerah juga sudah memberikan bantuan untuk pemeriksaan kesehatan," urai Evi.

"Kita juga sudah meminta kepada KPU provinsi maupun kabupaten kota untuk bisa membantu teman-teman di PPK, supaya bisa terjaga kondisi fisiknya. Sehingga bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik," sambungnya.

Evi mengaku pihaknya juga sudah mengusulkan, mudah-mudahan dalam waktu dekat, sudah bisa dipenuhi oleh Kementerian Keuangan soal santunan tersebut.

"Kita minta besaran santunan, untuk wafat Rp 36 juta. Jadi kalau misalnya yang sakit itu berkisar dari Rp 8-30 juta. Tergantung kategori sakitnya apakah berat, sedang atau ringan," ungkap Evi.

"Kita menunggu kalau sudah disetujui, kita tinggal salurkan. Tentu kita verifikasi sebelum kita berikan. Sejauh ini sudah ada 225 pejuang demokrasi yang meninggal dunia," sebutnya.

(mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved