Nasib Hakim Merry Purba, Jaksa KPK Tuntut 9 Tahun, Tuduhan Terima Suap Pengusaha Tamin Sukardi

Nasib Hakim Merry Purba, Jaksa KPK Tuntut 9 Tahun, Tuduhan Terima Suap Pengusaha Tamin Sukardi

pn medan
Nasib Hakim Merry Purba, Jaksa KPK Tuntut 9 Tahun, Tuduhan Terima Suap Pengusaha Tamin Sukardi 

TRIBUN-MEDAN.com- Nasib Hakim Merry Purba, Jaksa KPK Tuntut 9 Tahun, Tuduhan Terima Suap Pengusaha Tamin Sukardi.

//

Hakim adhoc pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan Merry Purba dituntut 9 tahun penjara oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  

Baca: Terisak di Hadapan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Istri Ketua KPPS Minta Maaf terkait Suami

Baca: Rekapitulasi Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten, Polres Karo Siagakan 140 Personel

Merry juga dituntut membayar denda Rp 350 juta subsider 3 bulan kurungan.

Nasib Hakim Merry Purba, Jaksa KPK Tuntut 9 Tahun, Tuduhan Terima Suap Pengusaha Tamin Sukardi
Nasib Hakim Merry Purba, Jaksa KPK Tuntut 9 Tahun, Tuduhan Terima Suap Pengusaha Tamin Sukardi (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Selain itu, jaksa juga menuntut Merry membayar uang pengganti 150.000 dollar Singapura.

"Kami menuntut supaya majelis hakim menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama," ujar jaksa Haerudin saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/4/2019).

Baca: Korban Bertambah, Anggota KPPS Meninggal Dunia Dampak Kelelahan dalam Tugas Pemilu

Baca: Vonis Adik Ketua MPR, Bupati Lampung Selatan Pikir-pikir Dibui 12 Tahun dan Wajib Bayar Rp 66 Miliar

Dalam pertimbangan, jaksa menilai perbuatan Merry dapat menurunkan wibawa peradilan dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan lembaga peradilan.

Selain itu, Merry dianggap tidak memenuhi kewajiban hakim dengan sebaiknya dalam mengadili perkara.

Merry juga tidak mencegah panitera menerima uang.

Hakim Merry Purba duduk di kursi terdakwa dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/4/2019)
Hakim Merry Purba duduk di kursi terdakwa dalam sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/4/2019) (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

Kemudian, Merry dianggap telah menyalahgunakan wewenang sebagai hakim. Selain itu, Merry tidak mengakui secara terus terang dan tidak menyesali perbuatan.

Halaman
123
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved