Viral di Medsos Mau Gelar People Power, Eggi Sudjana Berdalih Gerakan Itu Bukan Makar

Eggi Sudjana pernah sesumbar akan melakukan people power terkait dengan hasil quick count pilpres 2019.

Viral di Medsos Mau Gelar People Power, Eggi Sudjana Berdalih Gerakan Itu Bukan Makar
tribunnews
Eggi Sudjana 

TRIBUN-MEDAN.com - Eggi Sudjana pernah sesumbar akan melakukan people power terkait dengan hasil quick count pilpres 2019. Pernyataan itu dianggap merugikan dan bisa memecah belah bangsa Indonesia.

Eggy yang juga caleg PAN itu dilaporkan politikus PDIP Dewi Ambarwati Tanjung karena menyerukan gerakan aksi massa atau people power pada Rabu 17 April 2019 lalu. 

Orasi Eggy itu lalu tersebar di media sosial WhatsApp dan Youtube. 

Dia sempat mengatakan akan melakukan kekuatan people power untuk mempercepat Prabowo Subianto dilantik jadi presiden, tidak perlu menunggu tanggal 20 Oktober 2019.

Orasi itu dianggap bentuk ancaman kepada stabilitas keamanan negara dan dianggap berdampak buruk bagi masyarakat kecil yang kurang memahami politik.

Namun Eggi Sudjana, mengatakan bahwa pernyataan " people power" yang pernah ia lontarkan terkait Pemilu 2019 tidak berkaitan dengan kegiatan makar.

Menurut dia, makar terjadi jika seseorang berupaya membunuh presiden dan wakil presiden serta mengumpulkan kekuatan dari masyarakat seluruh Indonesia untuk menjatuhkan suatu pemerintahan yang sah secara konstitusi.

"Saya ingin tegaskan bahwa pernyataan saya terkait "people power" harus dipahami tidak ada kaitannya dengan makar, tidak ada kaitannya dengan melawan pemerintahan yang sah saat ini," kata Eggi Sudjana di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (26/4/2019).

Eggi Sudjana mengatakan, makna "people power" yang ia lontarkan berhubungan dengan dugaan kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019.

Menurut dia, aksi "people power" tidak melanggar aturan konstitusi karena kebebasan berpendapat setiap warga negara diatur dalam Pasal 1 dan Pasal 28 e Undang-Undang Dasar 1945.

Hasil gambar untuk orasi Eggi Sudjana people power
Eggi Sudjana. (Foto: Istimewa)
Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved