Irjen Arman Depari Ajak Seluruh Masyarakat Perangi Bahaya dan Pelaku Peredaran Narkoba

Sumatera Utara terdata sebagai daerah dengan jumlah peredaran dan pengguna terbanyak kedua setelah Jakarta.

Irjen Arman Depari Ajak Seluruh Masyarakat Perangi Bahaya dan Pelaku Peredaran Narkoba
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Irjen Pol Arman Depari (tengah) saat memberikan penyuluhan bahaya narkoba, Sabtu (27/4/2019).

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Hingga saat ini, peredaran narkoba di kalangan masyarakat masih tetap ditemukan. Bahkan, di sebagian wilayah tingkat penggunaannya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Menurut informasi, hingga saat ini Provinsi Sumatera Utara terdata sebagai daerah dengan jumlah peredaran dan pengguna terbanyak kedua setelah Jakarta.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Irjen Pol Arman Depari.

Arman mengatakan, dengan semakin rumitnya peredaran narkoba di kalangan masyarakat, tentunya dibutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat. Baik dari unsur kepolisian, pemerintahan, masyarakat, hingga para pelajar dan civitas akademika.

"Narkoba sudah menjadi musuh kita bersama, seharusnya masyarakat dan pemerintah daerah terus melakukan langkah kuat untuk mendukung petugas dalam hal memberi informasi dan ikut menekan angka penyebaran narkoba di daerahnya masing-masing," ujar Arman, saat menjadi narasumber penyuluhan bahaya narkoba di SMA Negeri 1 Berastagi, Sabtu (27/4/2019).

Arman mengatakan, saat ini oknum-oknum yang melakukan bisnis haram tersebut semakkn memiliki cara untuk menyebarkan narkoba ke masyarakat. Selain itu, para pengedar juga terus melakukan sistem regenerasi agar bisnis dan pelanggannya terus berjalan.

"Tercatat ada sebanyak 27,32% pengguna berstatus pelajar, 50,34% berstatus pekerja, dan 22,34% berstatus pengangguran," katanya.

Diketahui, saat ini Kabupaten Karo sudah menjadi salah satu wilayah peredaran ataupun perlintasan penyebaran narkoba. Dirinya mengajak seluruh masyarakat, untuk ikut berperan aktif dalam menekan dan memberantas para pelaku yang mengancam keselamatan masyarakat Indonesia itu.

Kepala BNN Sumut Brigjen Pol Atrial, mengaku di berbagai daerah ditemukan korban jiwa sebanyak 30 hingga 37 orang artian tahunnya akibat penyalahgunaan narkoba. Atrial mengatakan, hingga saat ini ada 24 jenis narkoba yang sudah masuk ke Indonesia.

"Dari jumlah angka persentasi pada tahun 2015 mencapai 2,2%, atau setara dengan 4.098029penduduk Indonesia. Dengan begitu mari kita bersama sama saling memberi dukungan sekecil apapun dari pada tidak melakukan apapun untuk memerangi narkoba," ucapnya.

Kepala BNNK Karo AKBP Heppi Karo Karo, mengaku pihaknya berjanji akan terus melakukan hal terbaik untuk bisa menyelamatkan generasi muda dan masyarakat karo dari lingkaran peredaran narkoba. Dirinya berharap kepada seluruh instansi dan lembaga masyarakat, agar ikut mendukung kinerja dari BNN dan Polri untuk memerangi narkoba di Kabupaten Karo.

Ketua Panitia penyuluhan bahaya narkoba Yoga Alexander Depari, berharap dengan diadakannya penyuluhan narkoba ini bisa memberikan gambaran bagaimana bahaya dan peredaran gelap narkoba. Terutama di wilayah Kabupaten Karo, yang beberapa waktu terakhir pelakunya banyak yang tertangkap dengan jumlah narkoba yang cukup besar.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved