Fuggerei, Komplek Perumahan Termurah di Dunia, Harga Sewa Rp14 Ribu Per Tahun

Penduduk Fuggerei, meski sudah bertahun-tahun lamanya, berhasil bertahan dalam waktu lama.

Fuggerei, Komplek Perumahan Termurah di Dunia, Harga Sewa Rp14 Ribu Per Tahun
Tiia Monto/Wikimedia Commons
Komplek perumahan Fuggerei, sejak didirikan 500 tahun lalu, harga sewa tidak berubah selalu sama, tepatnya 0,88 Euro (Rp 14 ribu) per tahun. 

TRIBUN-MEDAN.com - Saat biaya sewa rumah semakin di berbagai daerah semakin meningkat, tapi warga kompleks perumahan di Jerman ini tidak pernah pusing memikirkannya.

Warga komplek perumahan Fuggerei, bisa jadi penghuni paling beruntung di dunia. Pasalnya, sejak perumahan ini didirikan, sekitar 500 tahun lalu, harga sewa yang mereka keluarkan tiap bulan selalu sama, tepatnya 0,88 Euro (Rp 14 ribu).

Fuggerei didirikan pada 1514 oleh seorang pengusaha kaya bernama Jakob Fugger. Ini awalnya dibangun sebagai kompleks perumahan sosial bagi orang-orang miskin di Augsburg.

Keluarga Fugger pindah ke kota Jerman pada pertengahan abad ke-14 dan mendirikan bisnis perdagangan pakaian.

Pada abad ke-16, keluarga Fugger adalah salah satu yang terkaya di Augsburg, dan mereka memperluas bisnis pada bidang property dan perbankan.

Jakob Fugger adalah bankir terkaya di kota itu, yang membuatnya mendapat julukan "Jakob Fugger the Rich", tetapi ia tetap setia pada nilai-nilai keluarganya. Dan pada 1514 ia mulai membangun Fuggerei sebagai bentuk pelayanan pada masyarakat.

Impian Jakob Fugger yaitu membuat perumahan yang terjangkau bagi orang yang membutuhkan, terlepas dari status sosial, usia atau latar belakang keluarga.

Satu-satunya persyaratan adalah bahwa pelamar harus beragama Katolik dan sudah terdaftar sebagai penduduk Augsburg setidaknya selama dua tahun.

Persyaratannya, warga harus menaati jam malam pukul 22.00 dan selalu mendoakan keluarga Fugger, tiga kali sehari di gereja setempat. Kondisi yang sama persis berlaku hari ini.

Penduduk Fuggerei harus membayar hanya satu gulden Rhenish sebagai harga sewa bulanan hampir 500 tahun yang lalu, hingga saat ini. Biayanya jika dikonversikan sekitar 1 dolar per tahun.

Halaman
12
Penulis: Sally Siahaan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved