Tegur Pemilik Anjing yang Takuti Siswanya, Guru Madrasah Dikeroyok, Terdakwa Ungkap Fakta Lain

"Saya lihat ada dua orang murid Madarasah yang dikejar seekor anjing dan menangis dan sempat terjatuh," kata Sarianto.

Tegur Pemilik Anjing yang Takuti Siswanya, Guru Madrasah Dikeroyok, Terdakwa Ungkap Fakta Lain
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Korban, Nur Sarianto, dihadirkan dalam kasus penganiayaan yang terjadi pada dirinya yang dilakukan terdakwa Nofita (29) di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (30/4/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Nur Sarianto dihadirkan dalam sidang kasus penganiayaan dirinya oleh Nofita (29) di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (30/4/2019).

Pria yang akrab disapa Ustaz Sarianto ini menjelaskan awal mula kejadiannya saat dirinya pulang dari tempat mengajarnya di Madrasah daerah Jalan Pukat I / Jalan Mandailing, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung.

"Saya lihat ada dua orang murid Madarasah yang dikejar seekor anjing dan menangis dan sempat terjatuh," ungkapnya.

Ia pun berbicara kepada pemilik anjing, yaitu terdakwa Novita.

"Saya berhentikan kendaraan saya.

Baru berbicara dengan pemilik anjing, 'Anda kok biarkan saja anjing, inikan bisa digigit. Anjingnya berbahaya," tuturnya.

Ternyata Novita malah marah.

"Karena saya bilang gitu dia langsung menggertak saya, saya lalu menasihati saya bilang saya manusia biasa saya punya hak azasi.

Saat itu dia tidak terima, baru saya dorong bahunya pelan," ungkapnya.

Karena kejadian dorongan tersebut, Sarianto menjelaskan bahwa dirinya langsung dikeroyok oleh terdakwa serta ayah dan ibunya.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved