Kepala Ombudsman Sumut Hampir Muntah Cium Bau Toilet Tol Tebing, Ini Tanggapan Jasa Marga

Saking baunya saya pun lari untuk balik lagi. Luar biasalah baunya saat itu," kata Abyadi.

Kepala Ombudsman Sumut Hampir Muntah Cium Bau Toilet Tol Tebing, Ini Tanggapan Jasa Marga
Tribun Medan/Indra Gunawan
Gerbang Jalan Tol Tebingtinggi. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengkritik pelayanan yang diberikan oleh pihak tol terkait kondisi toilet di gerbang tol Tebingtinggi. Kekecewaan Abyadi itu ia tuliskan pada halaman Facebooknya, Selasa (30/4/2019).

Abyadi mengaku menggunakan toilet di pintu tol Tebingtinggi adalah pengalaman yang buruk.

"Satu meter menuju toilet itulah baunya minta ampun. Langsung wek..wek gitulah mulut saya karena mau muntah. Saking baunya saya pun lari untuk balik lagi. Luar biasalah baunya saat itu," ucap Abyadi kepada Tribun Medan, Rabu, (1/5/2019).

Baca: Motor Akan Masuk Tol Dalam Kota, Jalan Tol Medan Direncanakan Seperti di Bali

Baca: Ruas Jalan Tol Amplas-Sei Rampah Tepatnya di Desa Sumberejo Berubah Warna Akibat Truk Cat terbalik

Baca: Di Tengah Hujan Kritik, Abyadi Siregar Dilantik Sebagai Kepala Ombudsman Sumut Periode Kedua

Ia mengaku sangat menyayangkan kondisi fasilitas umum itu karena toilet merupakan satu di antara beberapa variabel standar pelayanan.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar. (Tribun Medan / Ammar)

Menurutnya kebersihan toilet sangat penting dan harus terkelola dengan baik dan ramah agar benar-benar bisa digunakan oleh masyarakat. Ini disebut bagian dari kewajiban yang harus dilakukan oleh penyelenggara layanan.

Selain penyelenggara pelayanan publik yang punya kewajiban, lanjut Abyadi, masyarakat juga punya hak dan kewajiban. Masyarakat perlu untuk diberikan edukasi untuk dapat merawat, menyiram, dan membersihkan toilet.

Manager Tol Collection Managemen (TCM) Tol Tebing Tinggi dari PT Jasa Marga Tollroad Operation (JMTO), Giot Hutabarat menduga, sebelum Abyadi hendak menggunakan akan toilet, fasilitas umum sudah banyak digunakan pengunjung lainnya sehingga terasa lebih bau.

Menurut Hutabarat, untuk kebersihan toilet di pintu tol pihaknya mendelegasikan tugas kepada perusahaan rekanan.

"Kalau tiba di situ sebelum pukul  7 pagi, ya memang belum datanglah petugasnya. Karena mereka itu masuknya mulai dari pukul  7 pagi hingga pukul 10 malam," kata Giot.

Meski dikerjakan oleh pihak ketiga, namun Giot menjelaskan selama ini tetap kerjaannya mereka pantau. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved