Bantuan Bibit Kerbau Dijual Kelompok Tani di Tarutung, Kades: Sudah Saya Bilang. . .

"Saya sudah menyampaikan agar mereka tidak menjual, namun mereka semua tetap melakukan itu," kata kepala desa.

Bantuan Bibit Kerbau Dijual Kelompok Tani di Tarutung, Kades: Sudah Saya Bilang. . .
Int
Ilustrasi kerbau. 

TRIBUN-MEDAN.com-Puluhan anggota Kelompok Tani (Poktan) terindikasi menjual bantuan bibit ternak kerbau Kementan RI tahun anggaran 2017 yang didistribusikan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara.

Kepala Desa Sirajaoloan, Doslan Sihite, Kecamatan Tarutung mengatakan, sudah menyarankan kepada anggota Poktan agar tidak menjual bantuan itu.

"Saya sudah bilang agar mereka tidak menjual, namun mereka semua tetap melakukan itu kepada seorang pembeli dari Sipoholon," ujar Doslan di Tarutung,  Taput,  Kamis (2/5/2019).

Baca: Mencuri Kerbau di Humbahas, Maling asal Belawan Meringkuk di Kantor Polisi

Baca: Alat Berat Keruk Tebing di Tarutung, Galian C Sumber Mala Petaka Terkesan Dilegalkan

Baca: Terukirlah Namamu, Boruku: Duka Mendalam Selimuti Peresmian Monumen KM Sinar Bangun

Menurutnya, program bantuan bibit ternak kerbau Kementan RI tidak seharusmya diperjual-belikan. Bantuan bibit ternak kerbau itu merupakan anggaran 2017 yang didistribusikan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara.

Ia menjelaskan, hanya empat orang yang membuat perjanjian akan membeli kembali bibit baru sebagai pengganti ternak yang sudah terjual. Sedangkan 12 lainnya belum bisa mempertanggungjawabkan terkait penjualan.

Keempat anggota yang membuat perjanjian memang membuat penyataan tertulis. "Yang lain seperti tidak peduli kepada saran kita sebagai kepala desa," ungkapnya.

Satu dari anggota Poktan, Juan Ranto Bakkara, penerima bantuan menjelaskan, program itu diperoleh atas bantuan aspirasi anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Utara, Sarma Hutajulu. Disebutmya,  uang hasil penjualan satu ekor kerbau bantuan Kementan masih tersimpan di rekening bank miliknya dan akan dipakai kembali untuk membeli bibit baru sesuai surat pernyataan yang dibuat.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, Rony Heri Hutasoit mengatakan penjualan itu tak salah. Namun, harus ada pertimbangan yang jelas.  Misalnya, ternak dianggap tidak produktif sesuai pemeriksaan Dinas Pertanian setempat.

"Akan kami telusuri dan segera lakukan pembinaan bagi kelompok itu. Poktan dibenarkan melakukan jual beli ternak bantuan pemerintah dengan harus koordinasi ke kami. Harus dipastikan tidak mampu berproduksi akibat mandul dan sakit maka bisa dijual dan harus diganti kembali," jelas Rony Heri.

Warga lainnya, RS Tobing mengaku ada kejanggalan karwna transakai hingga puluhan juta rupiah. Padahal, menurut Tobing mereka malah tidak mendapat bantuan.

"Mohon atensi Dinas Pertanian,  padahal kami petani  yang layak memperoleh bantuan tidak terakomodir memperoleh bantuan. (jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved