Becak Listrik Karya Mahasiswa UHN dan PLN Diluncurkan di Medan
PLN menyatakan calon pengendara kendaraan listrik kini tidak perlu khawatir lagi akan ketersediaan listrik di Sumut.
Penulis: Ayu Prasandi |
TRIBUN-MEDAN.com - Universitas HKBP Nomensen (UHN) bersama PLN menghadirkan becak listrik di Kota Medan, Kamis (2/5/2019).
“Becak motor atau bentor, menjadi moda transportasi umum khas di Sumatera Utara, dimana terdapat lebih dari 20.000 bentor setiap harinya yang beroperasi dan energi fosil masih menjadi bahan baku utamanya,” ujar General Manager PLN UIW Sumut Feby Joko Priharto.
Ia menjelaskan, dengan jargon electrifying lifestyle, PLN menjawab permasalahan polusi akibat bahan bakar fosil dengan membuat inovasi becak listrik tersebut.
“Kerja sama membuat becak listrik telah dilakukan pada 17 Desember lalu dan saat ini diresmikan. Fakultas Teknik UHN sudah berhasil melakukan uji coba membawa beban seberat 100 kg dengan kecepatan rata-rata 30 hingga 40 km per jam dengan posisi baterai penuh,” jelasnya.
Baca: Guna Mendukung Pelestarian Lingkungan, Blue Bird Resmi Luncurkan Armada Taksi Listrik
Baca: Mitsubishi Menunggu Kepastian Regulasi Kendaraan Bermotor Listrik di Indonesia
Baca: FOTO-FOTO Mahasiswa HKBP Nommensen Ciptakan Becak Listrik Yang Mampu Berjalan Sejauh 60 kilometer
Ia menerangkan, calon pengendara kendaraan listrik kini tidak perlu khawatir lagi akan ketersediaan listrik di Sumut.
“PLN sudah memiliki stasiun pengisian listrik umum (SPLU) di 15 titik yang berada di beberapa kota di Sumut, yang selanjutnya setiap 20 km di sepanjang jalan lintas utama Sumut juga akan didirikan SPLU untuk mendukung kebutuhan pengisian ulang kendaraan listrik,” terangnya.
Koordinator Tim Perakitan Becak Listrik Nommensen, Parulian Siagian, mengatakan, penggunaan bahan bakar energi pada becak tersebut jauh lebih murah. Untuk jarak tempuh sejauh 60 kilometer (km) membutuhkan tenaga sebesar 2 kilowatt, sementara biaya pengisian batere untuk 1 kilowatt hanya senilai Rp1.427.
“Tentunya, energi fossil masih menjadi bahan baku utama dari Bentor tersebut yang menyebabkan beberapa kota di Sumatera Utara, termasuk Kota Medan, memiliki tingkat polutan yang sangat tinggi,” tuturnya.
Ia menjelaskan, energi listrik sebagai sumber energi terbarukan yang saat tersebut didorong untuk dapat menggantikan peran energi fossil dalam mendukung pembangunan punya tanggung jawab lebih mengatasi hal ini.
“Setelah diassembling di Laboratorium Proses Produksi FT UHN dengan berat total Chasis terpasang seberat 20Kg, dan beban tambahan 100Kg, mahasiswa mengoperasikan pada kecepatan rata rata 30 hingga 40Km per Jam dengan posisi baterai penuh,” jelasnya. (pra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/becak_listrik_uhn_pln.jpg)