video

Kasihan, Nenek Ini Merasa Ditipui PLN, Tiba-tiba Ada Tagihan Meteran Rusak Rp 6,5 Juta

Nek Ngirim bilang jika rusak minta diperbaiki, dan tak pernah tahu tiba-tiba ada pernyataan harus membayar Rp 6.536.364

Kasihan, Nenek Ini Merasa Ditipui PLN, Tiba-tiba Ada Tagihan Meteran Rusak Rp 6,5 Juta
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Ngirim Tarigan biasa disapa Nek Ngirim (68) merasa ditipui PLN terkait tagihan mendadak senilai Rp 6,5 juta. 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Wanita paruh baya, Ngirim Tarigan biasa disapa Nek Ngirim (68), Petani, merasa ditipui PLN terkait tagihan mendadak senilai Rp 6,5 juta lebih terkait meteran PLN yang harus diperbaiki.

Nek Ngirim yang tinggal seorang diri di rumahnya terpaksa protes didampingi anaknya, Aditia ke Kantor PLN Binjai Kota, Kamis (2/5/2019).

Selama ini, Nek Ngirim warga Jalan Danau Poso Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur sudah menahun tinggal sendirian di kediamannya, sejak ditinggal suaminya pada tahun 2000.

Katanya, dia selalu taat aturan, membayar bulanan listriknya dan mengumpulkan bukti pembayarannya di Bank BNI.

Namun ironinya, ada petugas PLN atas nama Ucok dan Hartono yang datang ke rumahnya mengendarai mobil putih, beralasan mengecek meteran.

Saat itu, Nek Ngirim bilang jika rusak minta diperbaiki, dan tak pernah tahu tiba-tiba ada pernyataan harus membayar Rp 6.536.364 karena meterannya dianggap rusak.

"Mamak saya bukan tinggal sama orang lain, sendiri mamak saya di rumah itu, tapi kok mahal kali listriknya, itu yaudahlah gak apa-apa. Bayarnya terus setiap bulan, ini semua ada buktinya. Tapi kok tiba-tiba ada bayar sampai 6 jutaan, dibilang meteran rusak," tukas Aditia kepada pegawai kantor PLN Binjai Kota.

Aditia membeberkan ada keganjilan yang dilakukan pihak PLN. Mereka diminta tanda tangani surat pelanggaran II (mempengaruhi pengeluaran energi) dengan tunggakan yang tiba-tiba mencapai 6 jutaan.

"Pas surat itu kami tandatangani awalnya belum ada itu tulisan tunggakan Rp 6 juta. Kenapa tiba-tiba ada ditulis pakai tangan. Syaa kan heran kenapa jadi begini," katanya.

Nek Ngirim Tarigan menceritakan kejadian bermula saat dia didatangi petugas PLN. Saat itu dikatakan meterannya maju mundur dan rusak, sehingga dia pun rela agar meteran diperbaiki olejlh pihak yang berwenang.

Halaman
12
Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved