Perangi Hama Tikus, Bupati Dairi Berencana Panggil Ahli dari Luar

Petani jagung di Kabupaten Dairi. harusnya panen besar Maret dan April lalu.

Perangi Hama Tikus, Bupati Dairi Berencana Panggil Ahli dari Luar
Tribun Medan/Dohu Lase
Dua petani jagung di Desa Sumbul, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, menunjukkan buah jagung di ladangnya yang telah habis digerogoti 'Bagudung' (tikus-red), Rabu (1/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Petani jagung di Kabupaten Dairi harusnya panen besar Maret dan April lalu. 

Tapi apa daya, beberapa hari jelang panen, sebagian besar jagung di ladang tinggal tongkol lantaran habis digerogoti tikus.

Hama tikus mengganas di Kecamatan Lae Parira, Kecamatan Berampu, Kecamatan Sidikalang, Kecamatan Sumbul, dan Kecamatan Siempat Nempu.

Bupati Dairi Eddy Berutu mengaku telah memerintahkan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) untuk mengumpulkan informasi dan data valid seputar lahan pertanian jagung yang rusak diserang tikus.

Sehingga, sambung Eddy, pemda dapat mengambil langkah yang tepat sasaran secepatnya.

Baca: Hama Tikus Mengganas, Petani Jagung di Dairi Gagal Panen

Baca: Terukirlah Namamu, Boruku: Duka Mendalam Selimuti Peresmian Monumen KM Sinar Bangun

 

"Pertama-tama kami akan meninjau dahulu lahan pertanian yang sudah terdampak, kemudian merehabilitasi agar para petani yang jadi korban bisa kembali menanam. Lalu memberangus hama tikus ini agar tidak bermigrasi ke kecamatan-kecamatan lain yang belum terdampak," tutur Eddy saat ditemui usai Peringatan Hardiknas di Lapangan Sudirman, Sidikalang, Kamis (2/5/2019).

Dikatakan Eddy, pihaknya sedang merumuskan metode pemberantasan hama tikus ini.

Apabila tetap gagal, opsi memanggil ahli pertanian dari luar Kabupaten Dairi yang menguasai soal hama tikus ini akan diambil, sehingga permasalahan segera tuntas.

"Mendatangkan ahli, bisa saja. Kalau itu ternyata di luar kemampuan kita, maka kita harus lakukan itu (mendatangkan ahli pertanian dari luar Kabupaten Dairi)," pungkas Eddy.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distanak Dairi, Resmina Siska Tampubolon mengakui banyak menerima laporan perihal banyaknya petani jagung di Dairi mengalami puso pada musim panen tahun ini.

Gerakan pengendalian hama tikus ini, kata dia,  sudah pernah digalakkan, yaitu penyemprotan lubang-lubang sarang tikus menggunakan zat racun tikus bernama Tiran dan Alpostran.

Hama tikus, sebut Resmina, mulai merebak November 2018 lalu. (cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved