Dituding Bagi-bagi Uang, Caleg DPRD Taput Timmas Sitompul Menepis: Itu Fitnah!

Tudingan yang dituduhkan kepada saya yang menyebut saya memberikan bantuan uang kepada masyarakat saat pemilu kemarin merupakan fitnah.

Dituding Bagi-bagi Uang, Caleg DPRD Taput Timmas Sitompul Menepis: Itu Fitnah!
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Caleg DPRD Kabupaten Taput Timmas Sitompul. 

Sebelumnya Warga Desa Sitompul, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) tiba-tiba mengembalikan bantuan berupa uang yang diberikan calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Timmas Sitompul melalui Gova Sitompul (sudara kandung) di Center pemenangan Jalan Raja Johannes Hutagalung, Senin, (29/4/2019) lalu. Peristiwa itu terjadi karena warga tersinggung ketika Gova mendatangi warga sambil marah-marah dengan mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan.

 Ia menyinggung masalah bantuan uang yang ia berikan kepada warga namun timbal baliknya tidak sesuai harapan. Caleg dari Partai PKPI Dapil I itu hanya meraup 1400 suara di Pemilu 2019

Pernyataan Gova yang juga saudara dari Timmas itu spontan membuat warga marah. Masyarakat terbawa amarah yang tidak bisa dibendung lagi, mereka langsung berteriak Timmas agar keluar dari center

Ketika diwawancarai Maruli Sitompul (42) warga Desa Sitompul didampingi Halomoan Sitompul (60) dan warga lainnya mengemukakan, dari bantuan tersebut kata Timmas sudah diberikan, namun suara yang ia dapat di desa tersebut tidak singnifikan,” ujar Maruli sembari menyebut meski suara tidak singnifikan kami tetap memilih Timmas

Kemarahan warga itu membuat Gova langsung keluar dari center dan meninggalkan center itu. Warga pun kemudian mengeluarkan seluruh bantuan berupa uang sebesar Rp 200 ribu yang merupakan asal dari Timmas. Bantuan tersebut ditolak petugas center Akibatnya, warga itu terlibat adu mulut.

Beruntung kejadian itu tidak melebar setelah warga sekitar ikut mendamaikan. Warga berharap, agar pihak Bawaslu Taput mengusut tuntas persoalan tersebut karena diduga sudah melakukan politik uang dalam rangka pemenangannya dan pihak Bawaslu segera mendiskualifikasi karena Caleg tersebut tidak layak mewakili masyarakat sebagai anggota DPR karena ia sudah menunjukkan sikap yang tidak pantas dicontoh dan sudah melanggar Undang-Undang (UU) nomor 7 TA 2017 tentang pemilu

Timmas dan Gova ketika diwawancarai membantah tudingan warga tersebut. “Saya tidak pernah bersentuhan kepada uang apalagi melakukan pelanggaran pemilu, jadi apa yang dituduhkan masyarakat kepada saya itu adalah fitnah, mungkin ada unsur kekecewaan," ujarnya. 

(jun-tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved