News Video: H-2 Menyambut Bulan Suci Ramadan, Beberapa Bahan Pokok Mengalami Peningkatan Harga

H-2 Menjelang menyambut bulan suci Ramadan, beberapa bahan pokok mengalami beberapa peningkatan harga

News Video: H-2 Menyambut Bulan Suci Ramadan, Beberapa Bahan Pokok Mengalami Peningkatan Harga
tribun medan
Pasar Bahan Pokok 

TRIBUN-MEDAN.com - H-2 Menjelang menyambut bulan suci Ramadan, beberapa bahan pokok mengalami beberapa peningkatan harga khususnya di pasar-pasar tradisional Kota Medan.

Di pasar tradisional seperti pajak Petisah Jalan Kota Baru Medan Petisah, untuk harga cabai merah mencapai 40 ribu/kg , bawang putih seharga 80 ribu/kg, bawang merah bervariasi dari mulai harga 32 ribu per kilo sampai 40 ribu per kilo, dan ayam potong seharga 33 ribu per kilo.

Sedangkan, untuk daging sapi dibandrol seharga 120 ribu per kilo. Diduga hampir setiap bahan pokok akan terus menaik sampai esok hari yang dimana menjadi hari puncak belanja masyarakat untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Tonton Video Kegiatan Pasar Petisah Kota Medan:

"Peningkatan ada, tidak seperti hari-hari sebelumnya. Saat ini 120 ribu per kilo," ucap Bayu penjual daging sapi di pasar Petisah Kota Medan, Sabtu (4/5/2019).

Seorang pedagang sayur Ani (55) menjelaskan, kenaikan harga bahan pokok ini memang kerap terjadi di awal menyambut bulan Ramadan ini, walaupun tidak begitu signifikan kenaikan dari bahan pokok tersebut. Hal ini disebabkan karena para harga yang diperoleh pedagang dari distributor sudah mengalami kenaikan harga.

"Sekarang ini kan sudah mau menyambut awal Ramadan, ya harga barang dagangan banyak yang naik. Kami saja ngambil bahan-bahan pokok ini dari distributor sudah naik, memang gak semua juga," ucap Ani.

Bukan hanya itu saja, dari pantauan www.tribun-medan.com saat di pasar Petisah, terdapat juga beberapa pendagang yang menjual rempah-rempah Marpangir.

Marpangir berasal dari kata pangir yaitu ramuan dari bahan-bahan alami yang digunakan untuk membersihkan rambut (keramas). Ramuannya terdiri dari limau atau jeruk nipis, daun pandan, bunga pinang dan diilengkapi juga dengan bunga mawar, bunga kenanga, dan akar wangi.

Biasanya, Sehari sebelum Ramadhan dan sore hari menjelang takbiran Idul Fitri, mereka membasuh seluruh tubuh dengan air rebusan rempah-rempah. Warga memilih melakukannya di lokasi-lokasi pemandian alam dan juga di rumah masing-masing.

" Ini merupakan tradisi ya, khususnya orang-orang dulu sering beli intuk mandi sebelum menyambut bulan puasa dan idul fitri," ucap Dewi penjual Marpangir. (CR23)

Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Bobby Silalahi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved