Pegawai Kementerian Ini Hajar Istri dan Martuanya Hingga Tewas, Kemudian Tenggak Obat Bius

Pelaku dijerat dengan Pasal 340 dan Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Pegawai Kementerian Ini Hajar Istri dan Martuanya Hingga Tewas, Kemudian Tenggak Obat Bius
KOMPAS/REGINA RUKMORINI
Dua korban pembunuhan di Desa Panggel Dlangu, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, dibawa dari RSUD Tjitrowardojo untuk selanjutnya akan dimakamkan pada Minggu (5/5/2019) petang. 

TRIBUN-MEDAN.com-Gunadi (37) memukuli dan menganiaya empat anggota keluarganya sekaligus di rumah mertuanya di Desa Panggel Dlangu, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (5/5/2019) dini hari.

Akibat kejadian tersebut, istri dan ibu mertuanya, Siti Sarah Apriani (32) dan Endang Sulisyowati (58), tewas.

Adapun, ayah mertuanya, Muh Yahyono (69) serta anak pelaku, Kamila Azka Nisa (10), menderita luka-luka dan hingga saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Tjitrowardojo, Purworejo.

Setelah melakukan aksinya, Gunadi juga sempat berencana bunuh diri dengan menenggak beberapa gelas cairan obat bius chloroform. Namun, aksi ini gagal dan pelaku bisa diselamatkan.

”Pelaku Gunadi memukuli dan menganiaya empat anggota keluarganya sekaligus di rumah mertuanya. Akibatnya, istri dan ibu mertuanya tewas,” ujar Kepala Kepolisian Resor (Polres) Purworejo Ajun Komisaris Besar Indra Kurniawan Mangunsong, Minggu (5/5/2019).

Siti ditemukan tewas di lokasi kejadian, sedangkan Endang meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit, Minggu pagi pukul 08.15.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 340 dan Pasal 338 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.

Dua korban pembunuhan dari Desa Panggel Dlangu, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, diotopsi di RSUD Tjitrowardojo, Purworejo, Minggu (5/5/2019).
Dua korban pembunuhan dari Desa Panggel Dlangu, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, diotopsi di RSUD Tjitrowardojo, Purworejo, Minggu (5/5/2019). (KOMPAS/REGINA RUKMORINI)

Indra mengatakan, saat ini pihaknya masih terus memperdalam penyelidikan untuk mengetahui motif perbuatan pelaku.

Namun, saat dimintai keterangan, pelaku juga sempat mengaku bahwa dirinya marah karena istrinya ingin meminta cerai.

Gunadi dan istrinya sebenarnya bekerja dan bertempat tinggal di Jakarta.

Halaman
123
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved