Kurir Sabu Dihukum 16 Tahun Penjara, Menyesal dan Mengaku Sudah Berbuat Bodoh

Zoelkarnain tampak beberapa kali mulutnya seperti tampak seperti mengularkan kata-kata layaknya berdoa.

Kurir Sabu Dihukum 16 Tahun Penjara, Menyesal dan Mengaku Sudah Berbuat Bodoh
Tribun Medan/Victory Arrical Hutauruk
Dua kurir sabu 5 kg, Zoelkarnain (51) dan Prana Citra (41) divonis 16 tahun penjara denda 1 miliar subsider 6 bulan oleh hakim, Richard Silalahi, Senin (6/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Dua kurir sabu 5 kg, Zoelkarnain (51) dan Prana Citra (41) dihukum 16 tahun penjara dan denda 1 miliar oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Senin (6/5/2019).

"Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada kedua terdakwa Zoelkarnain dan Prana Citra masing-masing dengan pidana penjara selama 16 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan," kata Ketua Majelis Hakim Richard Silalahi.

"Hal yang meringankan, kedua terdakwa bersikap sopan selama persidangan, mengakui dan menyesali perbuatannya," tegasnya.

Putusan ini  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut masing-masing selama 17 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Kedua terdakwa tampak menerima putusan tersebut.

Zoelkarnain tampak beberapa kali mulutnya seperti tampak seperti mengularkan kata-kata layaknya berdoa. Sedangkan Prana tampak hanya menunduk dan sesekali melihat ke arah hakim ketua yang membacakan putusan.

Seusai persidangan, keduanya langsung digiring menuju ruang tahanan sementara, Zoelkarnain mengaku dirinya sangat menyesal melakukan perbuatannya.

"Enggak tahu mau bilang apalagi. Saya sangat menyesal apalagi saya mengingat istri dan anak-anak di rumah. Ini perbuatan yang sangat bodoh," tuturnya.

Senin 20 Agustus 2018 sekira jam 01.00 wib, petugas Polrestabes Medan mendapat informasi bahwa pemasok sabu jaringan Aceh dan Medan, Zoelkarnain sedang berada di Jalan Brigjen Katamso Kelurahan Medan Maimun.

Petugas melihat Zoelkarnain sedang berdiri di depan trotoar dan langsung menangkapnya.

"Saat dilakukan penggeledahan dari hape milik Zoelkarnain, ditemukan ada pesan singkat (SMS) bahwasannya terdakwa baru menerima pasokan sabu sebanyak 10 bungkus atau seberat 10 kilogram. Sebanyak 5 bungkus atau 5 kilogram sabu telah diserahkan kepada pemesannya," ucap Marthias.

Sabu yang di hape Zoelkarnain diterima pada Minggu tanggal 19 Agustus 2018 jam 09.55 wib, di Jalan Halat Simpang Jalan Bhakti Medan bersama dengan Prana Citra.

Sabu itu diterima dari Iwan (DPO) atas suruhan dari Usman (DPO). Kepada polisi, Zoelkarnain menjelaskan sabu tersebut diserahkan kepada Prana Citra untuk disimpan di rumahnya, sambil menunggu pemesannya.

"Atas pengakuan itu, polisi juga menangkap Prana Citra. Dari dalam kamar tidur Prana Citra, polisi menemukan sabu seberat 5 kilogram," pungkas JPU dari Kejari Medan tersebut. Upah yang kedua terdakwa terima atas sabu yang telah habis terjual tersebut sebesar Rp 30.000.000. (vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved