Fadhlan Maulana Cerita Soal Tantangan Bulan Puasa Buat Para Advokat

Fadhlan menjelaskan tantangan terbesar dalam menjalani sidang di Bulan Puasa adalah saat membela terdakwa yang pasti membuat dirinya banyak berbicara.

Fadhlan Maulana Cerita Soal Tantangan Bulan Puasa Buat Para Advokat
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Pengacara Fadhlan Maulana di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (7/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Advokat Fadhlan Maulana yang sering bersidang di Pengadilan Negeri Medan bercerita tentang tantangannya bekerja selama Bulan Puasa.

Fadlan menceritakan, hari ini, Selasa (7/5/2019), dirinya akan menangani kasus dugaan pembunuhan berencana yang melibatkan terdakwa Nasosip yang menjadi kliennya.

Fadhlan menjelaskan tantangan terbesar dalam menjalani sidang di Bulan Puasa adalah saat membela terdakwa yang pasti membuat dirinya banyak berbicara dan gampang haus.

"Ya, tantangannya pasti harus bisa menahan diri tidak emosi dan ngotot waktu sidang. Karena puasa ini harus bisa jaga hati dan amarah. Yang paling terberat memang pasti nanti bakal haus waktu banyak ngomong di sidang, bertanya kepada terdakwa," jelasnya.

Baca: Alami Gangguan Hormon Layaknya Lionel Messi, Fadhlan Maulana Mampu Wujudkan Cita-cita jadi Pengacara

Baca: Pengacara Dosen USU Himma Dewiyana Lubis Anggap Hukuman ke Kliennya Terlalu Berlebihan

Baca: Hotman Paris Sindir Pengacara yang Jadi Caleg, Ungkap Gajinya Lebih Tinggi Daripada Anggota DPR RI

Ia menyebutkan bahwa kasus yang ditanganinya didakwakan pasal 340 namun dirinya akan berusaha keras untuk menjelaskan bahwa ini bukan pembunuhan berencana, melainkan penganiayaan.

"Ini pun terdakwa sebenarnya tidak berencana melakukan pembunuhan, jadi korbannya meninggal di rumah sakit itu yang mau kita buktikan jadi Pasal 353. Inipun pasti akan menguras banyak tenaga," tuturnya.

Fadhlan sangat mensyukuri Bulan Ramadan tahun 2019 karena ini kali pertamanya sudah menyandang gelar resmi sebagai lawyer/pengacara.

Fadhlan Maulana di antara rekan seprofesinya saat bersidang di Pengadilan Negeri Medan beberapa waktu lalu.
Fadhlan Maulana di antara rekan seprofesinya saat bersidang di Pengadilan Negeri Medan beberapa waktu lalu. (Tribun Medan/Alija Magribi)

"Ya ini memang Ramadan pertama resmi jadi lawyer karena baru tanggal 30 April 2019 kemarin saya ditabalkan resmi. Pastinya sangat senang bisa di Puasa ini bisa nangani kasus sendiri, jadi sudah bisa memimpin kasus juga," tutur alumni Fakultas Hukum UMSU ini.

Selain itu, menjalani hari kedua ini, pria kelahiran Medan, 14 Februari 1994 juga menambahkan bahwa dirinya sangat menyukai bukaan puasa masakan ibunya yaitu puding dan risol.

"Yang paling saya suka kalau sudah buka itu ya risol dan puding agar-agar, itu favorit harus ada. Habis itu baru ya tergantung ibu masak apa saja saya makan," tuturnya dengan tawa.

Ia juga memberikan tips untuk para lawyer dan para pekerja lainnya untuk tetap fit menjalani pekerjaan di masa Bulan Puasa adalah dengan mengonsumsi buah dan sayur saat Sahur.

"Kalau tips ya pastinya kalau saya itu waktu sahur makan buah, sayur dan vitamin setalah makan. Jadi memang tenaga saya itu lebih bertambah dan selama dua hari ini saya tetap fit dan bisa menyelesaikan sampai berbuka," tuturnya.

Terakhir, ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlalu menyukai pemangkasan jam kerja di PN Medan.

"Kalau saya sih memang lebih suka lama pulang, karena nanti sampai rumah langsung buka. Jadi lebih enak kalau jam kerjanya tetap sama. Kalau sekarang kan jadi jam 3 sore, jadi siap kerja diskusi dulu baru nanti udah mau buka baru pulang," tutup Fadhlan. (vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved