Masjid Raya Al Osmani Sediakan Bubur Pedas untuk Buka Puasa Setiap Hari Kamis

Dahulu menu Bubur Pedas ada setiap hari selama bulan Ramadan di Masjid Al Osmani ini, tapi saat ini hanya ada seminggu sekali

Masjid Raya Al Osmani Sediakan Bubur Pedas untuk Buka Puasa Setiap Hari Kamis
Tribun Medan / Silfa
Masjid Raya Al Osmani Sediakan Bubur Pedas untuk Buka Puasa Setiap Hari Kamis. Masjid Al-Osmani di jalan KL Yos Sudarso Kelurahan, Pekan Labuhan, Medan Belawan. 

Masjid Raya Al Osmani Sediakan Bubur Pedas untuk Buka Puasa Setiap Hari Kamis

TRIBUN-MEDAN.com-Buka puasa bersama menjadi salah satu agenda rutin yang dilakukan di Masjid Raya Al Osmani dan bubur pedas khas Melayu menjadi salah satu menu yang memang sudah sejak lama ada di masjid tersebut.

“Berbuka puasa di Masjid Raya Al Osmani dengan menghadirkan menu berbuka puasa yaitu Bubur Pedas yang hadir satu minggu sekali terutama di hari Kamis sore atau malam Jumat,” ujar Ketua Badan Kesejahteraan Masjid Raya Al Osmani, Ahmad Faruni, Selasa (7/5/2019).

Ia menjelaskan, namun berbuka puasa dengan menu bubur pedas yang dilakukan saat ini berbeda dari yang dilakukan oleh orang-orang tua terdahulu.

“Dahulu menu Bubur Pedas ada setiap hari selama bulan Ramadan di Masjid Al Osmani ini, tapi saat ini hanya ada seminggu sekali. Hal tersebut mengingat karena hal-hal yang menjadi pemikiran bagi Badan Kenaziran Masjid Raya Al Osmani,” jelasnya.

Ia menerangkan, bubur pedas di masjid yang berada di JL Kol Yos Sudarso, Km. 19, 5, Labuhan, Pekan Labuhan, Medan Labuhantersebut agak berbeda dengan bubur pedas lainnya karena dibuat dengan ciri khas kesultanan Melayu yang rasanya sama sejak dulu.

VIRAL VIDEO Gangster Bersenjata Celurit, Samurai, Memanas-manasi Warga Tawuran Tersebar di Whatsapp

Fotografer Berhasil Hijaukan Lahan Gersang Seluas Hampir 2 Ribu Hektar dengan Menanam 2 Juta Pohon

Billy Syahputra Ungkap Penyebab Dirinya dan Hilda Fitria Putus Hubungan

Tak hanya menyediakan bubur pedas sebagai menu berbuka puasa, Masjid Raya Al Osmani juga memiliki beberapa tradisi lainnya seperti selalu memperingati turunnya Al Quran atau yang sering disebut dengan Nuzul Quran.

“Nuzul Quran di Masjid Raya Al Osmani yaitu melakukan kegiatan membaca Al Quran bersama-sama. Kemudian juga diisi dengan kegiatan rohani tentang hikmah dan keutamaan dari Al Quran serta bagaimana mengimplementasikan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

 

Plt Bupati Asahan Surya Serahkan SK kepada 400 CPNS, Minta CPNS Lakukan Hal Ini

Detik-detik Sampan Terbalik, Bupati Kecebur ke Sungai setelah Lakukan Penanaman Mangrove. .

Bachtiar Nasir - Polisi Ungkap Minimal 2 Alat Bukti Kasus Pencucian Uang Tersangka Bachtiar Nasir

Ia mengungkapkan, dahulu Nuzul Quran dilakukan dengan cara memanggil qari-qari internasional baik dalam maupun luar untuk bersama-sama membaca Al Quran secara bergiliran.

Namun untuk beberapa tahun ini, kegiatan Nuzul Quran hanya dengan membaca Al Quran per orang saja.

Halaman
123
Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved