Liputan Khusus

Masuk SD Rogoh Kocek Rp 66 Juta, Sekolah Multinasional Dianggap Lebih Berkualitas

Di Medan, sekolah-sekolah yang menggunakan kurikulum internasional ini terus bertambah.

Masuk SD Rogoh Kocek Rp 66 Juta, Sekolah Multinasional Dianggap Lebih Berkualitas
Tribun Medan/HO
Suasana ceria di dalam kelas Singapore Intercultural School Medan. 

Siswa-siswi di sekolah ini juga mendapat fasilitas bus sekolah. Kendati demikian, masih banyak pula siswa yang diantar jemput orangtuanya. Bangunan sekolah yang tampak mewah pun tentunya berbeda dengan bangunan sekolah pada umumnya.

Sementara Sekolah Djuwita, yang terletak di Jalan Sei Asahan, mematok nominal Rp 32 juta untuk SD. Sedangkan SMP sebesar Rp 34,4 juta. Sementara uang sekolah per bulan Rp 2,4 juta baik untuk SD maupun SMP.

Perkembangan Anak

Cut Siska, orangtua seorang siswa Sekolah Djuwita, berbagi cerita mengenai alasan menyekolahkan anaknya ke sekolah multinasional tersebut. Ia mengaku, ingin anaknya mendapat pendidikan di atas rata-rata.

"Pastinya saya mau memberikan yang terbaik untuk anak-anak, juga tujuan sekolah di sini karena mereka memakai dua kurikulum. Pertama dari dinas, dan yang kedua langsung dari Cambridge. Jadi, lebih mengikuti ke perkembangan globalisasi," ujarnya kepada Tribun Medan, pekan lalu.

Siska menuturkan, buah hatinya semula menempuh pendidikan dasar di sekolah reguler. Namun, ia merasa anaknya kurang berkembang. Siska pun memindahkan anaknya ke Sekolah Djuwita yang berbasis multinasional.

Setelah pindah, ia mengaku melihat perbedaan yang signifikan terhadap perkembangan anaknya, khususnya pada prestasinya.

"Jauh sekali perbedaannya dengan sekolah reguler. Anak saja yang nomor dua, dulu pindahan dari sekolah reguler ke Djuwita. Dalam kurun tiga bulan, dia bisa bahasa Inggris secara baik. Pola belajar pun jauh beda. Di sini, mereka dalam satu kelas harus rata-rata semua. Yang jelas di sini satu kelas tidak ada yang up and down. Semua harus on the top," katanya.

Ia pun mengaku, lingkungan tempat anaknya bersekolah juga sehat dan selaras dengan apa yang diajarkan di rumah. Di sekolah tersebut, sama sekali tidak ada senior dan junior. Semuanya kompak dan mengayomi.

Bicara mengenai biaya, Siska mengaku, harus mengeluarkan Rp 5 juta per bulan untuk uang sekolah per anak.

Halaman
1234
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved