Breaking News:

Edisi Eksklusif

Meski Harga Selangit, Sekolah Internasional Tetap Diminati Orang Tua untuk Menyekolahkan Anaknya

Sekolah multinasional atau nasional plus saat ini menjadi pilihan orangtua siswa sebagai tempat pendidikan anak-anaknya

Penulis: Liska Rahayu | Editor: Hendrik Naipospos
Tribun Medan
Aktivitas siswa di Sampoerna Academy 

TRIBUN-MEDAN.com – Sekolah multinasional atau nasional plus saat ini menjadi pilihan orangtua siswa sebagai tempat pendidikan anak-anaknya.

Di Medan, sekolah-sekolah yang menggunakan kurikulum internasional ini ada banyak, sebut saja seperti Sampoerna Academy, Chandra Kumala School dan Singapore Intercultural School.

Menganut sistem pendidikan berbasis internasional tentunya memiliki kelebihan tersendiri daripada pendidikan di sekolah reguler.

Di samping itu, biaya yang dikeluarkan tentunya lebih besar pula.

Kepada Tribun Medan, salah satu orangtua siswa bernama Cut Siska berbagi cerita mengenai alasannya menyekolahkan anaknya ke sekolah multinasional.

“Pastinya saya mau memberikan yang terbaik untuk anak-anak, juga tujuan sekolah di sini karena mereka memakai dua kurikulum, yang pertama dari dinas dan yang kedua langsung dari Cambridge. Jadi lebih mengikuti ke perkembangan globalisasi,” ujarnya kepada Tribun Medan, pekan lalu.

Suasana di sekolah internasional;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

HARI PENDIDIKAN NASIONAL - Ini Kumpulan Kata dan Kalimat Inspiratif dari Para Tokoh Bangsa

Sekolah Budi Utomo Medan Terapkan Pendidikan Karakter agar Siswa Mandiri

Siska menyekolahkan anaknya yang masih SD di Sekolah Djuwita Jalan Sei Asahan, Medan.

Sebelumnya, ia pernah menyekolahkan anaknya di sekolah reguler dan memutuskan pindah ke Sekolah Djuwita yang berbasis multinasional.

Setelah pindah, ia mengaku melihat perbedaan yang signifikan terhadap perkembangan anaknya, khususnya pada prestasinya.

“Jauh sekali perbedaannya dengan sekolah reguler. Anak saja yang nomor dua, dulu pindahan dari sekolah reguler ke Djuwita, dalam kurun waktu tiga bulan, dia bisa bahasa Inggris dengan baik. Pola belajar pun jauh beda. Di sini, mereka dalam satu kelas harus rata-rata semua. Yang jelas di sini satu kelas tidak ada yang up and down. Semua harus on the top,” jelasnya.

Ia pun mengaku lingkungan tempat anaknya bersekolah juga sehat dan selaras dengan apa yang diajarkan di rumah.

Di sekolah tersebut, sama sekali tidak ada senior dan junior. Semuanya kompak dan sangat mengayomi.

Siska pun berencana tetap akan melanjutkan pendidikan anak-anaknya ke sekolah multinasional.

Hal ini dikarenakan dari segala aspek, ia merasa anak-anaknya jauh lebih pintar dan perbedaannya sangat signifikan dari sekolahnya yang sebelumnya.

Bicara mengenai biaya, tak tanggung-tanggung, Siska harus mengeluarkan sebesar Rp 5 juta per bulannya untuk uang sekolah per anak

“Per bulannya hampir Rp 5 juta. Kalau biaya pendaftarannya, Rp 100 juta untuk tiga anak. Karena sekali pindah tiga orang,” pungkasnya.

(cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved