Pemilu 2019

PRABOWO TERBARU - Terkuak dari Media Asing yang Diundang, Prabowo Singgung Isu People Power Begini

PRABOWO TERBARU - Terungkap dari Media Asing yang Diundang, Prabowo Singgung Isu People Power Begini

PRABOWO TERBARU - Terkuak dari Media Asing yang Diundang, Prabowo Singgung Isu People Power Begini
tribunnews/jeprima
PRABOWO TERBARU - Terungkap dari Media Asing yang Diundang, Prabowo Singgung Isu People Power Begini 

TRIBUN-MEDAN.COM - PRABOWO TERBARU - Terungkap dari Media Asing yang Diundang, Prabowo Singgung Isu People Power Begini.

//

Calon Presiden (capres) 02 Prabowo Subianto diwawancara oleh media asing di kediamannya di Kertangera, Jakarta Selatan, pada Senin (6/5/2019).

Baca: Sandiaga Uno - Tanggapan Sandi, Prabowo tak Terima Hasil Penghitungan Pemilu Tolak Media Nasional

Dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com wawancara tersebut dilakukan terbatas hanya untuk wartawan media asing yang terdaftar dan bukan untuk media nasional.

PRABOWO TERBARU - Terungkap dari Media Asing yang Diundang, Prabowo Singgung Isu People Power Begini
PRABOWO TERBARU - Terungkap dari Media Asing yang Diundang, Prabowo Singgung Isu People Power Begini (ist/tribunjogja)

Pada kesempatan itu Prabowo Subianto membahas soal kecurangan yang diduga terjadi di Pilpres 2019.

Penelusuran TribunJakarta.com berdasarkan hasil wawancara tersebut, media asing di kawasan Asia Strait Times menulis sebuah berita dengan judul 'Indonesian presidential hopeful Prabowo Subianto calls for data irregularities to be corrected'.

Tak cuma soal kecurangan, Prabowo Subianto juga menyinggung soal people power.

Namun awalnya Prabowo Subianto menyerukan soal penyimpangan dalam entri data di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk dievaluasi.

Baca: VIRAL VIDEO Gangster Bersenjata Celurit, Samurai, Memanas-manasi Warga Tawuran Tersebar di Whatsapp

Baca: DEMOKRAT TERBARU: Ferdinand Hutahaen - Andi Arief Buka-bukaan Survei Prabowo Menang 62 %, Logika?

Kesalahan tersebut diklaim kubu Prabowo lebih dari 70 ribu kesalahan.

Rinciannya, terdiri dari jumlah pemilih, pemilih yang tak mendapatkan undangan, sulitnya izin berkampanye hingga penggunaan perusahaan milik negara untuk membiayai kampanye dari capres Joko Widodo (Jokowi).

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved