Afrizon Dituntut 3,5 Tahun Kasus Pemalsuan Sertifikat Tanah Tol Tanjungmulia

JPU Sarona juga menuntut dua terdakwa lainnya Tengku Awaluddin Taufiq dan Tengku Isywari.

Afrizon Dituntut 3,5 Tahun Kasus Pemalsuan Sertifikat Tanah Tol Tanjungmulia
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa pemalsuan sertifikat tanah Grant Sultan lahan Tol Tanjungmulia Hilir, Afrizon (54) dituntut 3 tahun 6 bulan penjara, di PN Medan, Rabu (8/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa pemalsuan sertifikat tanah Grant Sultan, lahan Tol Tanjungmulia Hilir, Afrizon (54) dituntut dengan hukuman 3 tahun 6 bulan penjara, di PN Medan, Rabu (8/5/2019).

Jaksa penuntut umum (JPU), Sarona Silalahi dalam nota tuntutannya menyebutkan para terdakwa diancam pidana dalam Pasal 263 ayat 2, KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara ini agar menghukum terdakwa 3 tahun dan 6 bulan penjara," ungkapnya dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Dominggus Silaban.

Dalam berkas terpisah, JPU Sarona juga menuntut dua terdakwa lainnya Tengku Awaluddin Taufiq dan Tengku Isywari lebih ringan masing-masing dengan pidana penjara 2 tahun 6 bulan penjara.

Jaksa menyebutkan bahwa kedua terdakwa Awaluddin dan Isywari dituntut lebih rendah karena dalam perkara ini keduanya hanya bertindak menggunakan dokumen palsu untuk mengklaim lahan.

Awal mula kasus bermula tahun 2017 dimana Afrizon membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak untuk pembebasan utang.

Dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan. Dan kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian.

Modus yang dilakukan Afrizon, yakni mengubah isi surat Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan No 598/12.71-300/VI/2016, tanggal 15 Juni dengan isi Grant Sultan No 254, 255, 256, 258 dan 259 yang sebelumnya memang sudah terdaftar di Kantor Pertanahan Kota Medan.

Jaksa melanjutkan Tengku Azan Khan selaku keturunan dari Sultan Ma’mun Al–Rasyid Perkasa Alamsyah, (Sultan Deli ke-9) meminta terdakwa selaku pengacara untuk memperjuangkan hak-hak Grant Sultan No. 254, 255, 256, 257, 258 dan 259.

"Pada tanggal 22 Oktober 2015 Tengku Azan Khan, memohan penjelasan dan klarifikasi atas Grant Sultan No. 254, 255, 256, 257, 258 dan 259 kepada BPN Medan. Lalu Oktober 2015, Tengku Azan Khan memberi kuasa khusus kepada Afrizon selaku pengacara yang bergabung pada R & Partner, mendampingi dan memperjuangkan hak-hak hukum," paparnya.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved